Minggu, 02 Januari 2011

Ternyata Air Mata Bisa Membunuh 95 Persen Bakteri

Bagi banyak orang air mata adalah pertanda emosi yang kuat tapi bisa juga sebagai pelumas agar mata tak kering. Air mata memberikan isyarat apakah kondisinya baik atau pertanda suatu penyakit.  Air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi untuk membersihkan mata. Airmata mengandung Lyzosime yang dapat membunuh berbagai macam mikroba. Cairan lyzosime ini dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
Seperti diberitakan dari body sign, para ilmuwan baru-baru ini menemukan air mata emosional sebenarnya mengandung lebih banyak protein dan hormon-hormon tertentu yang berkaitan dengan emosi dari pada air mata yang umumnya membasahi mata.
Air mata terbuat dari tiga lapisan yakni, lapisan lendir yang lengket dan membantu melindungi kornea. Lapisan berair yang melembabkan dan memelihara mata. Lapisan berminyak yang membantu memperlambat epavorasinya.
Pada sebagian orang, air mata tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menjaga agar mata tetap lembab dan nyaman.
Jika air mata tidak cukup, akan memberikan isyarat seperti mata panas, nyeri, berlendir, dan mudah teriritasi. Mata yang berair terus menandakan defisiensi vitamin B2 (riboflavin). Vitamin B2 penting bagi kesehatan mata dan kulit.
Mata berair juga bisa menjadi tanda adanya rosacea kondisi yang menyebabkan mata dan kulit berubah merah. Mata berair juga menandakan kondisi-kondisi yang lebih serius semacam pembuluh air mata yang terhalang, polip hidung atau penyakit graves (mata menonjol).
Pada beberapa kasus ekstrim, bahkan seseorang sama sekali tidak mengeluarkan air mata karena tidak boleh menangis yang disebut Reflex Anoxic Seizure.
Reflex Anoxic Seizure biasanya terjadi karena terhambatnya pasokan darah ke otak. Jika si penderita sampai menangis bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak atau secara dramatis melambat.
Seperti diberitakan Beliefnet, air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Air mata membantu penglihatan, membunuh bakteri, meningkatkan mood, mengeluarkan racun, mengurangi stres, melegakan perasaan.
Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Rasanya aneh kalau seseorang tidak pernah mengeluarkan air mata. Kebanyakan orang mengidentikkan air mata dengan menangis padahal belum tentu orang yang mengeluarkan air mata itu menangis atau lemah. Bisa saja seseorang mengeluarkan air mata karena dia sedang mengiris bawang atau matanya terkena debu. Dan kadangkala air mata pun keluar jika seseorang sedang merasa kesal, bahagia, dan berbagai faktor lainnya.(suaramedia)
Read More >>

Ternyata Air Mata Bisa Membunuh 95 Persen Bakteri

Bagi banyak orang air mata adalah pertanda emosi yang kuat tapi bisa juga sebagai pelumas agar mata tak kering. Air mata memberikan isyarat apakah kondisinya baik atau pertanda suatu penyakit.  Air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi untuk membersihkan mata. Airmata mengandung Lyzosime yang dapat membunuh berbagai macam mikroba. Cairan lyzosime ini dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
Seperti diberitakan dari body sign, para ilmuwan baru-baru ini menemukan air mata emosional sebenarnya mengandung lebih banyak protein dan hormon-hormon tertentu yang berkaitan dengan emosi dari pada air mata yang umumnya membasahi mata.
Air mata terbuat dari tiga lapisan yakni, lapisan lendir yang lengket dan membantu melindungi kornea. Lapisan berair yang melembabkan dan memelihara mata. Lapisan berminyak yang membantu memperlambat epavorasinya.
Pada sebagian orang, air mata tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menjaga agar mata tetap lembab dan nyaman.
Jika air mata tidak cukup, akan memberikan isyarat seperti mata panas, nyeri, berlendir, dan mudah teriritasi. Mata yang berair terus menandakan defisiensi vitamin B2 (riboflavin). Vitamin B2 penting bagi kesehatan mata dan kulit.
Mata berair juga bisa menjadi tanda adanya rosacea kondisi yang menyebabkan mata dan kulit berubah merah. Mata berair juga menandakan kondisi-kondisi yang lebih serius semacam pembuluh air mata yang terhalang, polip hidung atau penyakit graves (mata menonjol).
Pada beberapa kasus ekstrim, bahkan seseorang sama sekali tidak mengeluarkan air mata karena tidak boleh menangis yang disebut Reflex Anoxic Seizure.
Reflex Anoxic Seizure biasanya terjadi karena terhambatnya pasokan darah ke otak. Jika si penderita sampai menangis bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak atau secara dramatis melambat.
Seperti diberitakan Beliefnet, air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Air mata membantu penglihatan, membunuh bakteri, meningkatkan mood, mengeluarkan racun, mengurangi stres, melegakan perasaan.
Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Rasanya aneh kalau seseorang tidak pernah mengeluarkan air mata. Kebanyakan orang mengidentikkan air mata dengan menangis padahal belum tentu orang yang mengeluarkan air mata itu menangis atau lemah. Bisa saja seseorang mengeluarkan air mata karena dia sedang mengiris bawang atau matanya terkena debu. Dan kadangkala air mata pun keluar jika seseorang sedang merasa kesal, bahagia, dan berbagai faktor lainnya.(suaramedia)
Read More >>

Serangan ke Facebook cs akan Melonjak di 2011

Media jejaring sosial diprediksi masih akan menjadi target serangan utama para penjahat cyber. Bahkan, frekuensi penyerbuannya diyakini akan meningkat.

Menurut analisa Cyber Threat Analysis Center (CTAC), media jejaring sosial seperti Facebook, LinkedIn, Orkut dan Twitter masih akan menjadi target utama serangan seperti di tahun 2010. Demikian pula terhadap search engine seperti Bing and Yahoo.

"Kemunculan Facebook di sisi lain juga memunculkan masalah baru, dan masalah tersebut akan tetap ada jika upaya pembasmian ancaman hanya terbatas pada gejala-gejalanya saja dengan cara menyediakan menu privacy di media sosial tersebut sebagaimana diinginkan oleh penggunanya, sehingga keamanan data tetap menjadi tanggung jawab customernya tetapi pembasmian tidak sampai ke penyakitnya," tukas CTAC, dalam keterangannya yang dikutip detikINET, Sabtu (1/1/2011).

Media sosial masih akan menjadi salah satu masalah terbesar, tidak hanya pada konteks malware. Sebagian besar malware akan tetap bergentayangan dan menginfeksi melalui
jalan yang sama seperti lewat email, malicious URL, forum komunitas, newsgroups dengan cara membujuk calon korban untuk mengklik sesuatu.

"Salah satu yang mungkin juga akan cukup mengejutkan adalah kerentanan pada .LNK juga akan meningkat dari waktu ke waktu meskipun telah lama berselang sejak kerentanan tersebut ditemukan," tukasnya.

Perusahaan keamanan ESET menilai, serangan dalam bentuk pencurian data SCADA juga masih akan ada, tetapi kemungkinan akan menggunakan spear-phishing dan malware
jejaring sosial atau malah 0-days, dan Trojan daripada mereplikasi malware-malware seperti Win32/Stuxnet.

Tetapi sayangnya kekuatan utama Stuxnet sepertinya sudah dilemahkan meskipun Stuxnet code juga bisa dengan mudah beradaptasi untuk menyerang semua instalasi yang tidak berhubungan, sehingga bisa dipastikan bahwa penggunaan malware untuk tujuan sabotase masih bersifat spekulatif dan penyelidikan secara aktif masih tetap dilakukan.

Tambahan lagi, scrapping tools pada situs-situs jejaring sosial seperti biasa digunakan untuk mencuri data, akan mengurangi beban untuk melakukan serangan spear phishing, yang akan membawa pada serangan-serangan pada target-target strategis lainnya.

Dengan semakin aktifnya pengguna jejaring sosial di Indonesia, diharapkan setiap pengguna memiliki kesadaran melakukan proteksi account dan komputernya masing-masing. "Kebanyakan situs jejaring sosial memberikan tanggung-jawab proteksi data kepada pemilik account. Untuk keamanan komputer, ESET telah mengantisipasi melalui
kemampuannya mendeteksi malware dari third party program pada jejaring sosial. Untuk masyarakat Indonesia, ESET Indonesia juga menyediakan blog ESET Indonesia sebagai
sarana edukasi publik," kata Yudhi Kukuh, Security Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia.(detik)
Read More >>

Serangan ke Facebook cs akan Melonjak di 2011

Media jejaring sosial diprediksi masih akan menjadi target serangan utama para penjahat cyber. Bahkan, frekuensi penyerbuannya diyakini akan meningkat.

Menurut analisa Cyber Threat Analysis Center (CTAC), media jejaring sosial seperti Facebook, LinkedIn, Orkut dan Twitter masih akan menjadi target utama serangan seperti di tahun 2010. Demikian pula terhadap search engine seperti Bing and Yahoo.

"Kemunculan Facebook di sisi lain juga memunculkan masalah baru, dan masalah tersebut akan tetap ada jika upaya pembasmian ancaman hanya terbatas pada gejala-gejalanya saja dengan cara menyediakan menu privacy di media sosial tersebut sebagaimana diinginkan oleh penggunanya, sehingga keamanan data tetap menjadi tanggung jawab customernya tetapi pembasmian tidak sampai ke penyakitnya," tukas CTAC, dalam keterangannya yang dikutip detikINET, Sabtu (1/1/2011).

Media sosial masih akan menjadi salah satu masalah terbesar, tidak hanya pada konteks malware. Sebagian besar malware akan tetap bergentayangan dan menginfeksi melalui
jalan yang sama seperti lewat email, malicious URL, forum komunitas, newsgroups dengan cara membujuk calon korban untuk mengklik sesuatu.

"Salah satu yang mungkin juga akan cukup mengejutkan adalah kerentanan pada .LNK juga akan meningkat dari waktu ke waktu meskipun telah lama berselang sejak kerentanan tersebut ditemukan," tukasnya.

Perusahaan keamanan ESET menilai, serangan dalam bentuk pencurian data SCADA juga masih akan ada, tetapi kemungkinan akan menggunakan spear-phishing dan malware
jejaring sosial atau malah 0-days, dan Trojan daripada mereplikasi malware-malware seperti Win32/Stuxnet.

Tetapi sayangnya kekuatan utama Stuxnet sepertinya sudah dilemahkan meskipun Stuxnet code juga bisa dengan mudah beradaptasi untuk menyerang semua instalasi yang tidak berhubungan, sehingga bisa dipastikan bahwa penggunaan malware untuk tujuan sabotase masih bersifat spekulatif dan penyelidikan secara aktif masih tetap dilakukan.

Tambahan lagi, scrapping tools pada situs-situs jejaring sosial seperti biasa digunakan untuk mencuri data, akan mengurangi beban untuk melakukan serangan spear phishing, yang akan membawa pada serangan-serangan pada target-target strategis lainnya.

Dengan semakin aktifnya pengguna jejaring sosial di Indonesia, diharapkan setiap pengguna memiliki kesadaran melakukan proteksi account dan komputernya masing-masing. "Kebanyakan situs jejaring sosial memberikan tanggung-jawab proteksi data kepada pemilik account. Untuk keamanan komputer, ESET telah mengantisipasi melalui
kemampuannya mendeteksi malware dari third party program pada jejaring sosial. Untuk masyarakat Indonesia, ESET Indonesia juga menyediakan blog ESET Indonesia sebagai
sarana edukasi publik," kata Yudhi Kukuh, Security Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia.(detik)
Read More >>

HINDARI PENGGUNAAAN HANDPHONE (MENYEBARKAN RADIASI KE OTAK)

Penggunaan telepon genggam di dunia terus meluas. Menurut International Telecommunication Union, pemakai telepon genggam tahun ini diperkirakan mencapai lima miliar. Manusia semakin sulit lepas dari genggaman telepon genggam di kesehariannya.

Kenyataan ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang radiasi akibat penggunaan telepon genggam terhadap kesehatan. Dugaan dampak radiasi telepon genggam terhadap kesehatan ini dimunculkan banyak peneliti dari sejumlah negara. Penelitian yang luas dilakukan menyebutkan, penyakit yang diduga berkaitan dengan penggunaan telepon genggam antara lain kanker, terutama kanker otak, serta penyakit yang berhubungan dengan saraf, tumor mata, hingga alzheimer.


Namun, penelitian seputar dampak penggunaan telepon genggam terhadap kesehatan, terutama peningkatan angka kejadian kanker, masih pro-kontra. Kesimpulan akan dampak radiasi gelombang mikro dari telepon genggam itu dinilai sumir karena teknologi telepon genggam ke depan masih terus berkembang.

Studi lainnya adalah kaitan antara penggunaan telepon genggam dan peningkatan kasus kecelakaan bermotor. Penggunaan telepon genggam saat menyetir dapat mengganggu konsentrasi yang mengakibatkan mudahnya terjadi kecelakaan yang merenggut jiwa.

Penelitian itu kemudian didukung dengan pelarangan penggunaan telepon genggam di jalan raya. Di Indonesia, pelarangan juga sudah diberlakukan meskipun pada kenyataannya tanpa pengawasan yang ketat.

Tetapi dalam kaitan kesehatan, seperti tumor otak, kanker kulit, atau penyakit-penyakit yang berkaitan dengan saraf masih belum ada titik temu meskipun dampak kesehatan itu dilihat dari penggunaan telepon genggam yang memperhitungkan lamanya seseorang menggunakan telepon genggam.

Di tengah upaya untuk memecahkan misteri dampak penggunaan telepon genggam dengan kesehatan jangka panjang, peneliti Inggris meluncurkan program penelitian terbesar di dunia pada akhir April lalu. Penelitian yang memakan waktu 20-30 tahun ke depan itu diyakini bisa jadi studi yang semakin obyektif untuk menganalisis dampak penggunaan telepon genggam pada kesehatan penggunanya akibat radiasi.

Studi terbesar di dunia tentang keamanan penggunaan telepon genggam itu bakal merekrut 250.000 pengguna telepon genggam di lima negara di Eropa. Pengguna yang diteliti dari Inggris, Finlandia, Denmark, Swedia, dan Belanda.

Prof Lawrie Challis, anggota peneliti, mengatakan, studi ini penting. ”Kami belum bisa mengatakan dengan pasti bahwa telepon genggam memicu kanker. Bukti-bukti yang ada belum kuat,” kata Challis.

Dalam silang pendapat di antara ilmuwan tersebut, dari sekarang perlu diambil langkah untuk memonitor pengaruh telepon genggam pada kesehatan. Hasilnya akan dinilai obyektif karena pengguna yang dipantau jumlahnya besar dan diamati dalam jangka waktu lama.

Mireille Toledano dari Imperial College London menjelaskan, studi ini bukan cuma diarahkan untuk kanker otak. Sebab, penggunaan telepon genggam amat beragam termasuk berselancar di situs internet, yang berarti telepon tidak selalu di kepala.

Yang akan dilihat juga adalah kaitannya pada masalah kesehatan yang lebih luas, termasuk bentuk lain dari kanker, seperti kanker kulit, dan penyakit otak lainnya, seperti penyakit neurodegenerative.

Dalam kaitan penelitian ini, yang dimasalahkan adalah biasanya tergantung pada berapa banyak penggunaan telepon genggam. Penggunaan telepon genggam akan dicatat detail.

Peneliti juga akan memonitor WIFI, telepon tanpa kabel dan penggunaan monitor bayi oleh peserta sebaik dengan penggunaan teknologi yang bergerak, untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang terpaan pada semua radiasi tipe elektromagnetik.

Beberapa penelitian

Sejumlah penelitian yang berlangsung antara lain tentang pengaruh penggunaan telepon genggam pada tumor otak, yang dilakukan selama empat tahun oleh Universitas Leeds, Nottingham, dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research, London. Tahun 2006, peneliti Inggris mengatakan, tidak ada kaitan antara penggunaan telepon genggam dan meningkatnya angka kejadian tumor otak glioma yang biasa terjadi di otak atau tulang belakang.

Andreas Stang dari Martin Luther University of Halle Wittenberg di Jerman dan koleganya melakukan percobaan menguji hubungan antara penggunaan telepon genggam dan risiko uveal melanoma pada 459 pasien dan 1.194 pengontrol.

Mereka dikelompokkan menurut jumlah penggunaan waktu menelepon, tidak pernah menggunakan, pengguna sporadis, dan pengguna reguler. Tidak ada data signifikan antara penggunaan telepon sampai 10 tahun. ”Kami mengamati tidak ada peningkatan angka kejadian uveal melanoma di antara pengguna telepon genggam atau peralatan radio di Jerman, di mana teknologi telepon digital dikenalkan awal 1990-an,” katanya.

Peneliti lain menemukan ada banyak anak muda yang mengeluhkan sakit di ibu jari, leher, dan tangan saat mengetik pesan layanan pesan singkat (SMS). Studi itu dilakukan Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, Swedia. Untuk mengatasi, perlu dilihat penyebabnya seberapa sering pengguna memakai keypad telepon yang kecil. Juga perlu diperhatikan postur tubuh dan jangan mengetik dengan satu ibu jari.

Bagi mereka yang gemar ber-SMS dalam waktu lama, disarankan jangan duduk dengan posisi sama dalam waktu lama. Perlu juga meregangkan jemari dan menggunakan dua ibu jari.

Memang belum ditemukan bukti kuat pengaruh kesehatan pada pengguna telepon genggam anak-anak dan orang dewasa. Para ahli menyarankan penggunaan telepon genggam untuk anak-anak mesti dibatasi. Anak-anak dalam pandangan sejumlah peneliti mudah diserang radiasi microwave karena saraf-saraf mereka masih berkembang, sementara tengkorak mereka masih tipis dibandingkan dengan orang dewasa.

Radiasi yang ditransmisikan telepon genggam bukan radiasi sinar-X, tetapi radiasi microwave. Sebagian ilmuwan khawatir akibat radiasi itu bisa menghancurkan sel-sel otak karena telepon dipakai dekat ke kepala.

Dari studi oleh Pusat Studi Pendidikan Universitas Sheffield Hallam, Inggris, ditemukan 90 persen anak di bawah usia 16 tahun memiliki telepon genggam pribadi dan satu dari 10 menghabiskan waktu lebih dari 45 menit memakainya. Penggunaan SMS di kalangan anak-anak juga tinggi.

Dalam situasi tak pasti disarankan setiap orang berupaya meminimalkan terpaan radiasi dari telepon genggam.

Penggunaan telepon genggam sebisa mungkin jangan sampai membuat ketergantungan yang berlebihan karena bisa memicu stres yang suatu saat juga bisa juga memicu kanker. Disarankan penggunaan hands free saat bercakap-cakap guna meminimalkan radiasi ke otak.(mialkhoiriyah)
Read More >>

HINDARI PENGGUNAAAN HANDPHONE (MENYEBARKAN RADIASI KE OTAK)

Penggunaan telepon genggam di dunia terus meluas. Menurut International Telecommunication Union, pemakai telepon genggam tahun ini diperkirakan mencapai lima miliar. Manusia semakin sulit lepas dari genggaman telepon genggam di kesehariannya.

Kenyataan ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang radiasi akibat penggunaan telepon genggam terhadap kesehatan. Dugaan dampak radiasi telepon genggam terhadap kesehatan ini dimunculkan banyak peneliti dari sejumlah negara. Penelitian yang luas dilakukan menyebutkan, penyakit yang diduga berkaitan dengan penggunaan telepon genggam antara lain kanker, terutama kanker otak, serta penyakit yang berhubungan dengan saraf, tumor mata, hingga alzheimer.


Namun, penelitian seputar dampak penggunaan telepon genggam terhadap kesehatan, terutama peningkatan angka kejadian kanker, masih pro-kontra. Kesimpulan akan dampak radiasi gelombang mikro dari telepon genggam itu dinilai sumir karena teknologi telepon genggam ke depan masih terus berkembang.

Studi lainnya adalah kaitan antara penggunaan telepon genggam dan peningkatan kasus kecelakaan bermotor. Penggunaan telepon genggam saat menyetir dapat mengganggu konsentrasi yang mengakibatkan mudahnya terjadi kecelakaan yang merenggut jiwa.

Penelitian itu kemudian didukung dengan pelarangan penggunaan telepon genggam di jalan raya. Di Indonesia, pelarangan juga sudah diberlakukan meskipun pada kenyataannya tanpa pengawasan yang ketat.

Tetapi dalam kaitan kesehatan, seperti tumor otak, kanker kulit, atau penyakit-penyakit yang berkaitan dengan saraf masih belum ada titik temu meskipun dampak kesehatan itu dilihat dari penggunaan telepon genggam yang memperhitungkan lamanya seseorang menggunakan telepon genggam.

Di tengah upaya untuk memecahkan misteri dampak penggunaan telepon genggam dengan kesehatan jangka panjang, peneliti Inggris meluncurkan program penelitian terbesar di dunia pada akhir April lalu. Penelitian yang memakan waktu 20-30 tahun ke depan itu diyakini bisa jadi studi yang semakin obyektif untuk menganalisis dampak penggunaan telepon genggam pada kesehatan penggunanya akibat radiasi.

Studi terbesar di dunia tentang keamanan penggunaan telepon genggam itu bakal merekrut 250.000 pengguna telepon genggam di lima negara di Eropa. Pengguna yang diteliti dari Inggris, Finlandia, Denmark, Swedia, dan Belanda.

Prof Lawrie Challis, anggota peneliti, mengatakan, studi ini penting. ”Kami belum bisa mengatakan dengan pasti bahwa telepon genggam memicu kanker. Bukti-bukti yang ada belum kuat,” kata Challis.

Dalam silang pendapat di antara ilmuwan tersebut, dari sekarang perlu diambil langkah untuk memonitor pengaruh telepon genggam pada kesehatan. Hasilnya akan dinilai obyektif karena pengguna yang dipantau jumlahnya besar dan diamati dalam jangka waktu lama.

Mireille Toledano dari Imperial College London menjelaskan, studi ini bukan cuma diarahkan untuk kanker otak. Sebab, penggunaan telepon genggam amat beragam termasuk berselancar di situs internet, yang berarti telepon tidak selalu di kepala.

Yang akan dilihat juga adalah kaitannya pada masalah kesehatan yang lebih luas, termasuk bentuk lain dari kanker, seperti kanker kulit, dan penyakit otak lainnya, seperti penyakit neurodegenerative.

Dalam kaitan penelitian ini, yang dimasalahkan adalah biasanya tergantung pada berapa banyak penggunaan telepon genggam. Penggunaan telepon genggam akan dicatat detail.

Peneliti juga akan memonitor WIFI, telepon tanpa kabel dan penggunaan monitor bayi oleh peserta sebaik dengan penggunaan teknologi yang bergerak, untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang terpaan pada semua radiasi tipe elektromagnetik.

Beberapa penelitian

Sejumlah penelitian yang berlangsung antara lain tentang pengaruh penggunaan telepon genggam pada tumor otak, yang dilakukan selama empat tahun oleh Universitas Leeds, Nottingham, dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research, London. Tahun 2006, peneliti Inggris mengatakan, tidak ada kaitan antara penggunaan telepon genggam dan meningkatnya angka kejadian tumor otak glioma yang biasa terjadi di otak atau tulang belakang.

Andreas Stang dari Martin Luther University of Halle Wittenberg di Jerman dan koleganya melakukan percobaan menguji hubungan antara penggunaan telepon genggam dan risiko uveal melanoma pada 459 pasien dan 1.194 pengontrol.

Mereka dikelompokkan menurut jumlah penggunaan waktu menelepon, tidak pernah menggunakan, pengguna sporadis, dan pengguna reguler. Tidak ada data signifikan antara penggunaan telepon sampai 10 tahun. ”Kami mengamati tidak ada peningkatan angka kejadian uveal melanoma di antara pengguna telepon genggam atau peralatan radio di Jerman, di mana teknologi telepon digital dikenalkan awal 1990-an,” katanya.

Peneliti lain menemukan ada banyak anak muda yang mengeluhkan sakit di ibu jari, leher, dan tangan saat mengetik pesan layanan pesan singkat (SMS). Studi itu dilakukan Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, Swedia. Untuk mengatasi, perlu dilihat penyebabnya seberapa sering pengguna memakai keypad telepon yang kecil. Juga perlu diperhatikan postur tubuh dan jangan mengetik dengan satu ibu jari.

Bagi mereka yang gemar ber-SMS dalam waktu lama, disarankan jangan duduk dengan posisi sama dalam waktu lama. Perlu juga meregangkan jemari dan menggunakan dua ibu jari.

Memang belum ditemukan bukti kuat pengaruh kesehatan pada pengguna telepon genggam anak-anak dan orang dewasa. Para ahli menyarankan penggunaan telepon genggam untuk anak-anak mesti dibatasi. Anak-anak dalam pandangan sejumlah peneliti mudah diserang radiasi microwave karena saraf-saraf mereka masih berkembang, sementara tengkorak mereka masih tipis dibandingkan dengan orang dewasa.

Radiasi yang ditransmisikan telepon genggam bukan radiasi sinar-X, tetapi radiasi microwave. Sebagian ilmuwan khawatir akibat radiasi itu bisa menghancurkan sel-sel otak karena telepon dipakai dekat ke kepala.

Dari studi oleh Pusat Studi Pendidikan Universitas Sheffield Hallam, Inggris, ditemukan 90 persen anak di bawah usia 16 tahun memiliki telepon genggam pribadi dan satu dari 10 menghabiskan waktu lebih dari 45 menit memakainya. Penggunaan SMS di kalangan anak-anak juga tinggi.

Dalam situasi tak pasti disarankan setiap orang berupaya meminimalkan terpaan radiasi dari telepon genggam.

Penggunaan telepon genggam sebisa mungkin jangan sampai membuat ketergantungan yang berlebihan karena bisa memicu stres yang suatu saat juga bisa juga memicu kanker. Disarankan penggunaan hands free saat bercakap-cakap guna meminimalkan radiasi ke otak.(mialkhoiriyah)
Read More >>

Merayakan Tahun Baru = Menyembah BERHALA

Malam tahun baru masehi, yaitu permulaan tahun pada kalender gregorian. Mayoritas manusia di bumi ini merayakannya. Hmmm… untuk apa? Apakah merayakan penambahan tahun, yang artinya jatah umur dunia (dan jatah umur kita) semakin berkurang?
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(Hadits Riwayat Abu Dawud)
Merujuk pada hadits di atas, maka alangkah baiknya kalau kita seharusnya tabayun (kroscek) dahulu asal muasal dari perayaan tahun baru masehi. Kenapa harus 1 Januari? Dan budaya dari kaum apakah perayaan tersebut? Hal itu dimaksudkan agar kita tidak terjebak oleh ketidaktahuan kita yang akan menyebabkan kita terlempar ke dalam kesesatan.
Sejarah Tahun Baru 1 Januari
Mari kita buka The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237.
“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward.”
Artinya kurang lebih begini :
“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.”
Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi

Dewa Janus sendiri adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani, dan dikawal oleh sebuah persaudaraan rahasia yang disebut sebagai Freemasons. Freemasons sendiri adalah kaum yang memiliki misi untuk melenyapkan ajaran para Nabi dari dunia ini.
Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari dimana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya Kristen selain penggunaan lambang salib. Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.
Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.
Konsep Waktu dalam Islam
Dalam ilmu pengetahuan dan sains Islam sendiri, waktu adalah salah satu makhluk yang Allah ciptakan untuk mengiringi keseimbangan di dimensi ketiga, yaitu dimensi yang kita tinggali ini. Tanpa adanya waktu, maka dimensi tiga ini tidak akan terdapat ruang dan massa, begitu pula sebaliknya. Ketiga makhluk Allah tersebut (ruang, massa, dan waktu) adalah sesuatu yang Allah ciptakan supaya raga dimensi tiga kita ini dapat hidup di dunia ini. Waullahu’alam.
Kesimpulan
Nah, sekarang kita tau kan apa itu tahun baru masehi dan sejarahnya. Jadi apakah masih mau ikut merayakannya? Secara, itu kan perayaan kaum penyembah berhala yang dibenci oleh Allah
_________
Pertanyaan dari pembaca :
Pertanyaan : “Kalau bikin pengajian atau dzikir untuk merayakan tahun baru masehi gimana hukumnya?”
Jawaban : “Itu sama aja bikin kue yang enak, habis itu diinjak-injak, lantas dibuang. Karena meski dengan menyebut nama Allah di dalamnya, tapi itu ditujukan untuk merayakan hari penyembahan kepada berhala Janus. Sama aja dong sama dukun-dukun yang pake potongan-potongan Qur’an tapi doanya minta ke setan.”
Ganti kalender dari 2010 ke 2011 boleh, kan supaya kita bisa tau tanggal yang berlaku di peradaban kita saat ini. Tapi yang dipermasalahkan adalah temanya. Perayaan 1 Januari dimaksudkan untuk persembahan kepada berhala Janus, dan itu syirik (menyekutukan Allah). Syirik adalah dosa yang tak terampuni, dan tak akan pernah orang yang menyekutukan Allah dapat merasakan surga. Jadi, kalau cuma kumpul-kumpul keluarga dengan tema liburan atau silaturahmi silahkan, dengan catatan embel-embel perayaan tahun baru masehinya yang dihilangkan.(un2kmu)
Read More >>

Merayakan Tahun Baru = Menyembah BERHALA

Malam tahun baru masehi, yaitu permulaan tahun pada kalender gregorian. Mayoritas manusia di bumi ini merayakannya. Hmmm… untuk apa? Apakah merayakan penambahan tahun, yang artinya jatah umur dunia (dan jatah umur kita) semakin berkurang?
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(Hadits Riwayat Abu Dawud)
Merujuk pada hadits di atas, maka alangkah baiknya kalau kita seharusnya tabayun (kroscek) dahulu asal muasal dari perayaan tahun baru masehi. Kenapa harus 1 Januari? Dan budaya dari kaum apakah perayaan tersebut? Hal itu dimaksudkan agar kita tidak terjebak oleh ketidaktahuan kita yang akan menyebabkan kita terlempar ke dalam kesesatan.
Sejarah Tahun Baru 1 Januari
Mari kita buka The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237.
“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward.”
Artinya kurang lebih begini :
“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.”
Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi

Dewa Janus sendiri adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani, dan dikawal oleh sebuah persaudaraan rahasia yang disebut sebagai Freemasons. Freemasons sendiri adalah kaum yang memiliki misi untuk melenyapkan ajaran para Nabi dari dunia ini.
Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari dimana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya Kristen selain penggunaan lambang salib. Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.
Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.
Konsep Waktu dalam Islam
Dalam ilmu pengetahuan dan sains Islam sendiri, waktu adalah salah satu makhluk yang Allah ciptakan untuk mengiringi keseimbangan di dimensi ketiga, yaitu dimensi yang kita tinggali ini. Tanpa adanya waktu, maka dimensi tiga ini tidak akan terdapat ruang dan massa, begitu pula sebaliknya. Ketiga makhluk Allah tersebut (ruang, massa, dan waktu) adalah sesuatu yang Allah ciptakan supaya raga dimensi tiga kita ini dapat hidup di dunia ini. Waullahu’alam.
Kesimpulan
Nah, sekarang kita tau kan apa itu tahun baru masehi dan sejarahnya. Jadi apakah masih mau ikut merayakannya? Secara, itu kan perayaan kaum penyembah berhala yang dibenci oleh Allah
_________
Pertanyaan dari pembaca :
Pertanyaan : “Kalau bikin pengajian atau dzikir untuk merayakan tahun baru masehi gimana hukumnya?”
Jawaban : “Itu sama aja bikin kue yang enak, habis itu diinjak-injak, lantas dibuang. Karena meski dengan menyebut nama Allah di dalamnya, tapi itu ditujukan untuk merayakan hari penyembahan kepada berhala Janus. Sama aja dong sama dukun-dukun yang pake potongan-potongan Qur’an tapi doanya minta ke setan.”
Ganti kalender dari 2010 ke 2011 boleh, kan supaya kita bisa tau tanggal yang berlaku di peradaban kita saat ini. Tapi yang dipermasalahkan adalah temanya. Perayaan 1 Januari dimaksudkan untuk persembahan kepada berhala Janus, dan itu syirik (menyekutukan Allah). Syirik adalah dosa yang tak terampuni, dan tak akan pernah orang yang menyekutukan Allah dapat merasakan surga. Jadi, kalau cuma kumpul-kumpul keluarga dengan tema liburan atau silaturahmi silahkan, dengan catatan embel-embel perayaan tahun baru masehinya yang dihilangkan.(un2kmu)
Read More >>

Gila,,500 Orang Bertelanjang Bersama DI Mall [PIC]

Jikalau anda seniman yang nyentrik tentunya ingin sekali menuangkan ide segar pada karya anda yang tentunya mendatangkan popularitas dan fulus yang banyak. Tetpai jika imaginasi anda yang rada rada nyeleneh baiknya segera realisasikan segera agar tidak menguap begitu saja.

Seperti yang dilakukan seniman asal Amerika Serikat ini, ia ingin menfoto beratus-ratus orang didalam mall, elevator dalam keadaan telanjang bulat. Mereka berpose telanjang saat mengambil bagian dalam sesi foto pada sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Spencer Tunick, seniman Amerika, di sebuah toko di Oxford Street, London.

Foto ini diberi tema “BeConsumed”. Seolah olah mengambarkan dunia ini harus ada “keterbukaan” dan “bebas berekpresi” dalam segala bentuk masalah yang ada. Apakah diijinkan ??? …. so barang tentu boleh kalau diluar sana … kalau disini ?? gue aja panitianya yang bikin seleksi tubuh terindah dan aduhai boleh ikut audisi … yang lain kick you butt out of here …. !!!!

Edan benar. Benar-benar edan. Bayangkan 600 orang ini rela berbugil ria untuk sebuah kegiatan yang digalang seniman asal Amerika Serikat.(harianblogger)
Read More >>

Gila,,500 Orang Bertelanjang Bersama DI Mall [PIC]

Jikalau anda seniman yang nyentrik tentunya ingin sekali menuangkan ide segar pada karya anda yang tentunya mendatangkan popularitas dan fulus yang banyak. Tetpai jika imaginasi anda yang rada rada nyeleneh baiknya segera realisasikan segera agar tidak menguap begitu saja.

Seperti yang dilakukan seniman asal Amerika Serikat ini, ia ingin menfoto beratus-ratus orang didalam mall, elevator dalam keadaan telanjang bulat. Mereka berpose telanjang saat mengambil bagian dalam sesi foto pada sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Spencer Tunick, seniman Amerika, di sebuah toko di Oxford Street, London.

Foto ini diberi tema “BeConsumed”. Seolah olah mengambarkan dunia ini harus ada “keterbukaan” dan “bebas berekpresi” dalam segala bentuk masalah yang ada. Apakah diijinkan ??? …. so barang tentu boleh kalau diluar sana … kalau disini ?? gue aja panitianya yang bikin seleksi tubuh terindah dan aduhai boleh ikut audisi … yang lain kick you butt out of here …. !!!!

Edan benar. Benar-benar edan. Bayangkan 600 orang ini rela berbugil ria untuk sebuah kegiatan yang digalang seniman asal Amerika Serikat.(harianblogger)
Read More >>