Selasa, 30 November 2010

Putri Tidur ( Sleeping Beauty ) di Dunia Nyata !


Putri Tidur "La Belle au Bois dormant" adalah cerita rakyat yang pertama kali dipublikasikan tahun 1697 oleh Charles Perrault, Contes de ma Mère l'Oye ("Mother Goose Tales"), telah melegenda menjadi dongeng pengantar tidur bagi anak-anak di berbagai belahan dunia. Kisah ini juga diadaptasi menjadi film Sleeping Beauty yang diproduksi oleh Disney.

Akan tetapi, ternyata kisah putri tidur bukan hanya terjadi dalam dongeng atau khayalan saja. Di dunia nyata, seorang gadis cantik berusia 15 tahun bisa tertidur selama kurang lebih 2 minggu.Dengan kemampuan tidur yang begitu lama dari manusia pada keadaan normal, maka tidak heran jika gadis ini dijuluki Putri Tidur Modern.

Gadis cantik ini bernama Louisa Ball. Ibu Louisa, mengungkapkan bahwa putrinya itu mulai mengalami kebiasaan yang tak wajar sejak setahun yang lalu. Awalnya, dia menderita gejala mirip flu. Namun setelah menderita gejala itu, Louisa sering diketahui tidur dalam jangka waktu yang sangat lama.

Kebiasaan itulah yang membuat Lottie, ibu Lousia resah. Pasalnya, akibat tidur dalam jangka waktu lama, Louisa justru sering melewatkan jam makan.

Louisa telah diperiksa tim dokter di Rumah Sakit St. George's di Tooting, Inggris. Menurut diagnosa dokter, dia menderita Sindrom Kleine-Levin, yang membuat penderita bisa tertidur dalam jangka waktu yang lama. Penderita sempat terjaga untuk beberapa saat, namun akan merasa linglung dan tidak benar-benar sadar.

Sindrom Kleine-Levin adalah penyakit syaraf yang langka dimana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Penderita bisa tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan, tergantung pada berapa lama penyakit itu muncul/kambuh.

Penderita bisa bangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Penderita bisa dibangunkan oleh orang lain, tetapi penderita selalu mengeluh merasa capek dan letih. Ketika penderita bangun penderita bertingkah seperti anak kecil karena sebagian memorinya ingatannya terhapus pada saat penderita tertidur, banyaknya ingatan yang terhapus tergantung dari seberapa lama penderita tidur.
Dan penderita sensitif terhadap suara dan cahaya ketika bangun. Penyakit ini kambuh tanpa peringatan. Sebagian penelitian di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.

Penderita sindrom itu diperkirakan sebanyak 1.000 orang. Menurut dokter, Penyakit Putri Tidur (KLS) itu sering menyerang remaja, terutama berusia antara 8 hingga 12 tahun. Namun, sindrom itu bisa hilang dengan sendirinya.


Penyebab
Para ahli belum dapat mengungkap penyebab kelainan ini, meski penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan fungsi hipotalamus, bagian otak yang mengatur selera makan dan tidur. Kelainan ini lebih banyak dialami pria ketimbang wanita dan biasanya dapat hilang ketika menginjak dewasa. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa mungkin ada kecenderungan kemunculan penyakit ini adalah akibat faktor turun-temurun, yang lain percaya bahwa kondisi ini adalah hasil dari gangguan autoimun. Hipersomnia adalah gejala awal dimana kasus syndrome KLS ini mulai muncul.

Pengobatan
Belum ada pengobatan definitif untuk penyakit ini , tetapi ada dokter yang memberikan obat stimulan pada pasien agar tetap terjaga.Louisa juga pernah diberikan pengobatan seperti itu, tetapi tidak pernah berhasil.
Menurut dokter, Penyakit Putri Tidur itu sering menyerang remaja, terutama berusia antara 8 hingga 12 tahun. Namun, sindrom itu bisa hilang dengan sendirinya.


Tim dokter sejauh tidak tahu persis apa penyebabnya dan bagaimana menyembuhkan penderita Penyakit Putri Tidur. Kini, Louisa hanya bisa berharap bahwa sindrom itu bisa segera hilang dengan sendirinya.


Pada akhir kisah Putri Tidur, diceritakan bahwa si Putri akan terbangun jika dicium oleh seorang Pangeran dan tidak akan tertidur lagi. Mungkinkah pada kasus ini, Louis memerlukan seorang Pangeran agar penyakitnya bisa sembuh ?



Read More >>

Putri Tidur ( Sleeping Beauty ) di Dunia Nyata !


Putri Tidur "La Belle au Bois dormant" adalah cerita rakyat yang pertama kali dipublikasikan tahun 1697 oleh Charles Perrault, Contes de ma Mère l'Oye ("Mother Goose Tales"), telah melegenda menjadi dongeng pengantar tidur bagi anak-anak di berbagai belahan dunia. Kisah ini juga diadaptasi menjadi film Sleeping Beauty yang diproduksi oleh Disney.

Akan tetapi, ternyata kisah putri tidur bukan hanya terjadi dalam dongeng atau khayalan saja. Di dunia nyata, seorang gadis cantik berusia 15 tahun bisa tertidur selama kurang lebih 2 minggu.Dengan kemampuan tidur yang begitu lama dari manusia pada keadaan normal, maka tidak heran jika gadis ini dijuluki Putri Tidur Modern.

Gadis cantik ini bernama Louisa Ball. Ibu Louisa, mengungkapkan bahwa putrinya itu mulai mengalami kebiasaan yang tak wajar sejak setahun yang lalu. Awalnya, dia menderita gejala mirip flu. Namun setelah menderita gejala itu, Louisa sering diketahui tidur dalam jangka waktu yang sangat lama.

Kebiasaan itulah yang membuat Lottie, ibu Lousia resah. Pasalnya, akibat tidur dalam jangka waktu lama, Louisa justru sering melewatkan jam makan.

Louisa telah diperiksa tim dokter di Rumah Sakit St. George's di Tooting, Inggris. Menurut diagnosa dokter, dia menderita Sindrom Kleine-Levin, yang membuat penderita bisa tertidur dalam jangka waktu yang lama. Penderita sempat terjaga untuk beberapa saat, namun akan merasa linglung dan tidak benar-benar sadar.

Sindrom Kleine-Levin adalah penyakit syaraf yang langka dimana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Penderita bisa tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan, tergantung pada berapa lama penyakit itu muncul/kambuh.

Penderita bisa bangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi. Penderita bisa dibangunkan oleh orang lain, tetapi penderita selalu mengeluh merasa capek dan letih. Ketika penderita bangun penderita bertingkah seperti anak kecil karena sebagian memorinya ingatannya terhapus pada saat penderita tertidur, banyaknya ingatan yang terhapus tergantung dari seberapa lama penderita tidur.
Dan penderita sensitif terhadap suara dan cahaya ketika bangun. Penyakit ini kambuh tanpa peringatan. Sebagian penelitian di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.

Penderita sindrom itu diperkirakan sebanyak 1.000 orang. Menurut dokter, Penyakit Putri Tidur (KLS) itu sering menyerang remaja, terutama berusia antara 8 hingga 12 tahun. Namun, sindrom itu bisa hilang dengan sendirinya.


Penyebab
Para ahli belum dapat mengungkap penyebab kelainan ini, meski penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan fungsi hipotalamus, bagian otak yang mengatur selera makan dan tidur. Kelainan ini lebih banyak dialami pria ketimbang wanita dan biasanya dapat hilang ketika menginjak dewasa. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa mungkin ada kecenderungan kemunculan penyakit ini adalah akibat faktor turun-temurun, yang lain percaya bahwa kondisi ini adalah hasil dari gangguan autoimun. Hipersomnia adalah gejala awal dimana kasus syndrome KLS ini mulai muncul.

Pengobatan
Belum ada pengobatan definitif untuk penyakit ini , tetapi ada dokter yang memberikan obat stimulan pada pasien agar tetap terjaga.Louisa juga pernah diberikan pengobatan seperti itu, tetapi tidak pernah berhasil.
Menurut dokter, Penyakit Putri Tidur itu sering menyerang remaja, terutama berusia antara 8 hingga 12 tahun. Namun, sindrom itu bisa hilang dengan sendirinya.


Tim dokter sejauh tidak tahu persis apa penyebabnya dan bagaimana menyembuhkan penderita Penyakit Putri Tidur. Kini, Louisa hanya bisa berharap bahwa sindrom itu bisa segera hilang dengan sendirinya.


Pada akhir kisah Putri Tidur, diceritakan bahwa si Putri akan terbangun jika dicium oleh seorang Pangeran dan tidak akan tertidur lagi. Mungkinkah pada kasus ini, Louis memerlukan seorang Pangeran agar penyakitnya bisa sembuh ?



Read More >>

Seni Menghias Ladang Padi di Jepang

Read More >>

Seni Menghias Ladang Padi di Jepang

Read More >>

Alasan Mengapa Wanita Memilih Pria Brengsek Untuk Selingkuh

Hasil riset terbaru dari Human Nature mendukung hal yang bisa terjadi di cerita-cerita roman selama bertahun-tahun bahwa wanita cenderung memilih pria yang dominan, kuat, dan tidak pilih-pilih dalam berhubungan intim untuk urusan selingkuh singkat.

Hanya saja, ketika mempertimbangkan hubungan jangka panjang, wanita secepatnya memilih pria yang penuh kasih, sensitif, dan monogami. Demikian papar riset tersebut.

Ketika memberi gambaran dua pola dasar pria ini, yang dideskripsikan dan sebagai cad (si kurang ajar) dan dad (ayah), wanita secara konsisten memilih dad sebagai pasangan jangka panjang. Namun, ketika hubungan itu pendek, wanita cenderung memilih cad.

Dalam sebuah contoh, 60 persen wanita memilih berhubungan seks dengan pria berkarakter cad. Meski begitu, cuma 13 persen pria semacam itu bertunangan dengan putri mereka.

Meskipun ada fakta daya tarik kuat pada cad terhadap wanita, Dr Daniel J Kruger dari University of Mechigan di Ann Arbor memberi saran kepada para pria untuk menerapkan kepribadian “kuda hitam”.

Diungkapkan Daniel,cad adalah tipikal pria berposisi kuat dan pemimpin seperti pemimpin perusahaan atau bintang olahraga. Hanya minoritas pria yang punya kategori seperti itu.

“Dan menjadi pria dominan, amat sangat sukses, dan tidak pilih-pilih dalam berhubungan seks adalah sulit dipalsukan. Tidak semua pria selalu sukses menjadi cad. Anda tidak akan mendapat banyak kencan dengan bertingkah seperti orang brengsek,” imbuhnya.

Dalam studi yang dilaporkan jurnal Human Nature, Kruger dan timnya meminta 27 mahasiswi untuk membaca literatur berbahasa Inggris dari abad ke-17 dan 18 yang menggambaran karakter yang cocok dengan satu dari dua tipe kepribadian itu. Sekitar 70 persen mahasiswi itu berlatar belakang non-Eropa Barat.

Dalam alinea bacaan ini, karakter dad digambarkan pria rumahan, damai, suka buku, lembut, dan penuh kasih. Sebaliknya cad digambarkan arogan, pemberontak, moody, kuat, dan selalu bergandengan dengan perempuan cantik.

Para mahasiswi itu kemudian menjawab sejumlah pernyataan mengenai karakter mana yang mereka pilih di situasi berbeda, misalnya selingkuh, perjalanan, perkawinan, atau menantu di masa depan.

Para peneliti menemukan bahwa wanita cenderung memilih karekter dad pada waktu perjalanan tiga minggu dan untuk menjadi pasangan atau menantu. Namun, lebih banyak wanita berkata mereka ingin berselingkuh dengan karakter cad dibanding dad.

Dalam sebuah wawancara, Kruger mencacat bahwa wanita memilih berumah tangga dengan tipe dad karena mereka akan tinggal berdua dan membantunya membentuk keluarga. “Anda dapat memikirkan para pria ini sebagai dad karena mereka akan mendampingi keluarga sebagai ayah dan figur ayah,” ungkapnya.

Jadi  mengapa memilih berhubungan seks dengan karakter cad, yang juga dapat menghasilkan anak?

”Tren itu dapat dijelaskan dengan hipotesis anak lelaki seksi,” kata Kruger, yang mengajukan teori bahwa jauh di dalam hatinya wanita kadang percaya bahwa anak yang dihasilkan dari hubungan dengan cad akan menghasilkan karakter yang sama. Akhirnya cad itu akan berhubungan seks dengan banyak wanita dan menghasilkan banyak cucu.

Fakta bahwa pada abad 21 wanita bereaksi seperti itu terhadap stereotip yang dibentuk bertahun-tahun silam memberi saran bahwa respons terhadap cad dan dad ada dalam jangka waktu yang panjang, demikian catatan Kruger.

“Ini menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang telah mendarah daging dalam masyarakat kita,” katanya.


Read More >>

Alasan Mengapa Wanita Memilih Pria Brengsek Untuk Selingkuh

Hasil riset terbaru dari Human Nature mendukung hal yang bisa terjadi di cerita-cerita roman selama bertahun-tahun bahwa wanita cenderung memilih pria yang dominan, kuat, dan tidak pilih-pilih dalam berhubungan intim untuk urusan selingkuh singkat.

Hanya saja, ketika mempertimbangkan hubungan jangka panjang, wanita secepatnya memilih pria yang penuh kasih, sensitif, dan monogami. Demikian papar riset tersebut.

Ketika memberi gambaran dua pola dasar pria ini, yang dideskripsikan dan sebagai cad (si kurang ajar) dan dad (ayah), wanita secara konsisten memilih dad sebagai pasangan jangka panjang. Namun, ketika hubungan itu pendek, wanita cenderung memilih cad.

Dalam sebuah contoh, 60 persen wanita memilih berhubungan seks dengan pria berkarakter cad. Meski begitu, cuma 13 persen pria semacam itu bertunangan dengan putri mereka.

Meskipun ada fakta daya tarik kuat pada cad terhadap wanita, Dr Daniel J Kruger dari University of Mechigan di Ann Arbor memberi saran kepada para pria untuk menerapkan kepribadian “kuda hitam”.

Diungkapkan Daniel,cad adalah tipikal pria berposisi kuat dan pemimpin seperti pemimpin perusahaan atau bintang olahraga. Hanya minoritas pria yang punya kategori seperti itu.

“Dan menjadi pria dominan, amat sangat sukses, dan tidak pilih-pilih dalam berhubungan seks adalah sulit dipalsukan. Tidak semua pria selalu sukses menjadi cad. Anda tidak akan mendapat banyak kencan dengan bertingkah seperti orang brengsek,” imbuhnya.

Dalam studi yang dilaporkan jurnal Human Nature, Kruger dan timnya meminta 27 mahasiswi untuk membaca literatur berbahasa Inggris dari abad ke-17 dan 18 yang menggambaran karakter yang cocok dengan satu dari dua tipe kepribadian itu. Sekitar 70 persen mahasiswi itu berlatar belakang non-Eropa Barat.

Dalam alinea bacaan ini, karakter dad digambarkan pria rumahan, damai, suka buku, lembut, dan penuh kasih. Sebaliknya cad digambarkan arogan, pemberontak, moody, kuat, dan selalu bergandengan dengan perempuan cantik.

Para mahasiswi itu kemudian menjawab sejumlah pernyataan mengenai karakter mana yang mereka pilih di situasi berbeda, misalnya selingkuh, perjalanan, perkawinan, atau menantu di masa depan.

Para peneliti menemukan bahwa wanita cenderung memilih karekter dad pada waktu perjalanan tiga minggu dan untuk menjadi pasangan atau menantu. Namun, lebih banyak wanita berkata mereka ingin berselingkuh dengan karakter cad dibanding dad.

Dalam sebuah wawancara, Kruger mencacat bahwa wanita memilih berumah tangga dengan tipe dad karena mereka akan tinggal berdua dan membantunya membentuk keluarga. “Anda dapat memikirkan para pria ini sebagai dad karena mereka akan mendampingi keluarga sebagai ayah dan figur ayah,” ungkapnya.

Jadi  mengapa memilih berhubungan seks dengan karakter cad, yang juga dapat menghasilkan anak?

”Tren itu dapat dijelaskan dengan hipotesis anak lelaki seksi,” kata Kruger, yang mengajukan teori bahwa jauh di dalam hatinya wanita kadang percaya bahwa anak yang dihasilkan dari hubungan dengan cad akan menghasilkan karakter yang sama. Akhirnya cad itu akan berhubungan seks dengan banyak wanita dan menghasilkan banyak cucu.

Fakta bahwa pada abad 21 wanita bereaksi seperti itu terhadap stereotip yang dibentuk bertahun-tahun silam memberi saran bahwa respons terhadap cad dan dad ada dalam jangka waktu yang panjang, demikian catatan Kruger.

“Ini menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang telah mendarah daging dalam masyarakat kita,” katanya.


Read More >>