Tampilkan postingan dengan label Arena olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arena olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Inilah pemain bola terkonyol di liga inggris


Striker Tottenham Hotspur Peter Crouch mendapat anugerah sebagai atlet paling konyol di jagat olahraga Inggris. Crouch mendapat predikat tersebut setelah mayoritas dari 2.000 responden peserta jajak pendapat yang dilakukan stasiun televisi Sky menyatakan memilih dia.

Apa pemicu Crouch mendapat predikat unik tersebut? Ternyata karena jawaban yang dia utarakan ketika dia menjawab pertanyaan, "Apa yang akan Anda lakukan bila sudah tak lagi merumput?" Crouch menjawabnya, dengan kalimat santai penuh candaan, "Ingin jadi perawan."

Predikat atlet terkonyol kali ini merupakan yang kedua kalinya Crouch dapatkan. Sebelumnya, tahun 2006 dia mendapat anugerah predikat yang sama gara-gara tarian robot yang dia pertontonkan ke publik ketika dia melakukan tanding pemanasangan bersama Timnas Inggris menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2006. Saat itu, 24 persen dari total responden memilihnya dan menempatkan dia di peringkat teratas atlet paling konyol di Inggris saat itu.Pemain kelahiran Macclesfield, Inggris, 30 Januari 1981 yang juga kekasih Abbey Clancy ini dikenal dengan selera humornya.

Bertinggi badan 201 cm, Crouch sejak Juli 2008 bergabung ke klub Portsmouth F.C di Liga Primer Inggris. Sebelumnya, di periode 2005 hingga 2008 dia bermain di Liverpool FC. Namanya kini masuk dalam jajaran skuad Timnas Inggris dan juga termasuk pemain sepak bola terjangkung di Liga Primer Inggris dan juga di Liga Eropa bersama-sama Jan Koller dan Nikola Zigic.

Pesepakbola lainnya yang mendapat predikat terkonyol nomor dua dan berikutnya berturut-turut adalah George Best dan Fabio Capello. Best menempati peringkat kedua atlet terkonyol gara-garakomentar anehnya tentang kebiasaannya mabuk-mabukan.

Sementara bos Timnas Inggris Fabio Capello menempati posisi ketiga karena pernyataannya seputar kekasih dan pacar para pemain bola (WAGs) di Inggris. "Saya banyak menghabiskan duit untuk mabuk, burung, dan membeli mobil sport. Sisanya, saya habiskan sia-sia," ujar Best.
Sementara, Capello berujar, "Saya tidak tahu di mana mereka (WAGs) akan menginap selama Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan berlangsung. Saya berdoa di sana banyak virus.

SUMBER
Read More >>

Kamis, 19 Mei 2011

seorang nenek Raih Sabuk Hitam di Usia 77 Tahun



Benar, proses belajar tak kenal umur. Tengoklah apa yang dilakukan Ena Mallett, nenek berusia 77 tahun. Dia memenangi ajang Spirit Combat International Ju-jitsu katagori perempuan dan meraih sabuk hitam Dan 7 dalam ajang itu.

Semula, Mallett kerap dipandang sebelah mata. Tingginya hanya 155 cm, masuk dalam katagori pendek di lingkungannya. Namun, baik tinggi badan maupun usia, tak menghentikannya untuk bisa membanting lawan yang jauh lebih besar dan muda.

Mallett pertama kali mulai belajar karate pada tahun 1979. Motivasinya, ia ingin tetap fit saat usia mulai merambah tua. Tahun 1987, ia menjadi instruktur.

Mallett memiliki kelas mingguan untuk anak-anak dan orang dewasa di aula kota dekat rumahnya di Walsham Selatan. Dua kali sehari ia juga bertindak sebagai wanita lolipop, istilah untuk relawan yang membantu anak-anak untuk menyeberang jalan dengan aman.

Menurut Mallett, karate membuatnya tetap fit. Ia hanya pernah memanfaatkan keterampilan sekali dalam kehidupan nyata - ketika dia menemukan seorang remaja melakukan pencurian di sebuah toko lokal.

"Karate adalah tentang menggunakan kontrol diri," katanya berfilosofi. Dan belajar, tak pernah mengenal usia, ujarnya.


Quote:


sumber






Sumber
Read More >>

Habis Gantung Sepatu, Ronaldo Malah Jadi Perampok

Mantan bintang sepakbola Brasil, Ronaldo Luis Nazario baru dua bulan mengumumkan gantung sepatu, kini malah jadi perampok.



Ronaldo yang pernah bersinar sebagai striker di klub PSV Eindhoven, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid dan AC Milan, bakal alih profesi di usianya yang ke-34.

Ia jadi seorang perampok bank. Tapi, ini bukan di dunia nyata. Ya, cuma akting dalam sebuah film.

Karena namanya yang bersinar itu, ia diajak dalam film bergenre action, Open Road. Film ini racikan sineas Marcio Garcia, dimana pengambilan gambarnya bakal dimulai pekan depan.

Mantan pesepakbola Brasil ini akan main dengan sejumlah bintang tenar seperti Juliette Lewis dan Juliana Paes.

Ronaldo sendiri mengaku akan serius mempelajari dunia akting.
"Saya akan belajar film dengan serius supaya bisa bermain dengan baik," kata Ronaldo dalam akun Twitter pribadinya, seperti dilansir France Football.

http://www.bolalob.com/view/2011/05/4223/Habis_Gantung_Sepatu,_Ronaldo_Malah_Jadi_Perampok

Read More >>

Selasa, 17 Mei 2011

10 Seragam bola paling legendaris



10. Juventus

Kostum ini dipakai Juventus sebagai peringatan 100 tahun berdirinya La Vecchia Signora. Warna merah jambu (pink) dipakai karena warna itulah yang dipakai saat Juve pertama kali berdiri. Untungnya, saat memasukki abad ke-20, kostum hitam-putih mulai dipakai. Jika tidak, mungkin julukan Juventus kini menjadi Colore Rosa (pink) yang jauh lebih feminim.





9. Kroasia, 1996

Pada penampilan perdananya di turnamen besar, Kroasia langsung menggebrak dunia karena berhasil masuk hingga perempat-final Euro 1996 di Inggris. Bermaterikan beberapa pemain bekas tim juara Piala Dunia Yunior 1987, Kroasia hanya kalah dari Jerman, yang akhirnya menjadi juara, di Old Trafford. Kostum kotak-kotak merah-putih juga menjadi inovasi tersendiri dalam kejuaraan itu.





8. Ajax Amsterdam
Bagian vertikal merah di tengah dan diapit oleh putih di masing-masing sisi menjadi ciri khas tersendiri bagi raksasa Belanda ini. Mungkin hanya perubahan sponsor yang memberikan sentuhan berbeda yang tak signifikan untuk jersey yang unik tetapi sederhana ini.


Kostum kandang Ajax seperti yang dikenakan Edgar Davids sudah melegenda



7. Denmark, 1986
Kostum ini mendatangkan cukup banyak kontroversi, serupa seperti kemunculan tim Skandinavia ini. FIFA sempat ikut campur dalam masalah ini, karena bukan hanya baju yang separuh merah dan putih, tetapi juga celana. Akhirnya, celana pun berubah menjadi putih, tetapi prestasi Denmark di Piala Dunia Meksiko 1986 tetap luar biasa dengan mencatat nilai sempurna di babak grup termasuk dari tim kuat Jerman Barat, tetapi akhirnya dibantai Spanyol di 16 besar.





6. Real Madrid, 1960-an
Kejayaan Real Madrid pada era 1960-an di atas lapangan hijau, bukan hanya memberikan inspirasi dari permainan mereka di lapangan, tetapi juga dari kostum tim yang digunakan. Warna putih polos dan tak dirusak oleh motif ataupun logo dicontoh oleh banyak tim, termasuk Leeds United dan kini LA Galaxy.





5. Jorge Campos, 1990-an
Kiper Meksiko ini menjadi satu-satunya peserta individu yang masuk dalam daftar ini. Kiper eksentrik ini dikenal dengan kepiawaiannya di bawah mistar, dan lebih karena kostumnya yang unik. Campos dikenal sering merancang sendiri kostum yang dipakai. Meskipun terkadang aneh dan tak masuk akal sehat, tetapi keberaniannya untuk tampil beda patut diacungi jempol.


Inilah salah satu kostum kebanggaan Jorge Campos yang cenderung bercorak warna-warni



4. Glasgow Celtic, 1967
Selain sukses meraih gelar Liga Champions, Glasgow Celtic juga berhasil mencuri perhatian karena jersey yang digunakan. Celtic pernah menggunakan kostum tanpa nomor punggung! Nomor hanya terdapat di celana, hingga akhirnya UEFA meminta Celtic untuk memasang nomor di punggung mereka.


Garis hijau putih polos yang membawa Celtic juara Liga Champions ini tanpa dilengkapi nomor punggung



3. Belanda (Johan Cruyff), 1974
Masalah sponsor, serupa seperti yang terjadi terhadap pebasket Michael Jordan pada Olimpiade Barcelona 1992, ternyata juga terjadi di dunia sepakbola. Johan Cruyff menolak memakai tiga garis yang menghiasi kostum tim Oranye pada Piala Dunia 1974 karena ia memiliki kontrak pribadi dengan Puma. Sebagai solusi, akhirnya hanya ada dua garis pada kostum Cruyff. Selain itu, Cruyff juga ngotot mengenakan nomor punggung 14, meskipun saat itu Belanda mengatur nomor punggung berdasarkan abjad pemain.


Tampak jelas hanya terdapat dua garis hitam membujur di atas pundak dan lengan Cruyff serta nomor 14 pada celananya



2. Prancis, 1984 dan 1998
Kostum Les Bleus pada Piala Eropa 1984 punya makna tersendiri bagi rakyat Prancis. Saat itu, Michel Platini berhasil membawa Prancis juara Euro 1984. Saat menggelar Piala Dunia 1998, Prancis memutuskan mengenakan kostum serupa seperti yang digunakan Platini pada 1984 dengan harapan Zinedine Zidane dkk. berhasil menjadi juara. Harapan itu terkabul, dan Zidane mengikuti jejak Platini mengangkat piala bergengsi bagi Prancis dengan kostum serupa.


Seragam yang dipakai Zidane saat juara Piala Dunia 1998 ini mirip dengan yang digunakan Michel Platini



1. Indonesia, 1956
Salah satu prestasi terbaik timnas Indonesia antara lain adalah lolos ke Olimpiade Melbourne 1956, dan bahkan sempat menahan imbang tanpa gol Uni Soviet, sebelum akhirnya Uni Soviet berhasil menggilas Indonesia pada partai ulangan dan kemudian berhasil meraih medali emas. Kostum hijau putih konon menjadi salah satu kostum yang digunakan tim Merah Putih saat itu dan kemudian sempat dipakai hingga 1981. Setelah hilang lebih dari dua dasawarsa, unsur hijau kembali hadir untuk kostum Piala Asia 2007. Kostum untuk Piala Asia 2007 itu mendapat sambutan hangat karena pemasaran yang cukup gencar dan dijual bebas, tetapi sayang kemiripan warna itu tidak mencapai keberhasilan yang sama seperti Prancis. Tim PSSI mampu tampil cukup baik pada Piala Asia 2007, tetapi kemudian harus mengakui kehebatan raksasa Asia lain dan setelah itu Garuda kembali meredup.




sumber: http://allabout10.wordpress.com/2010/03/03/10-seragam-bola-paling-legendaris/
Read More >>

Minggu, 15 Mei 2011

Tragedi di Sebuah Lomba Lari Estafet

Lomba lari estafet adalah lomba lari secara bergantian dengan memegang tongkat sebagai tandanya. Setelah satu pelari menyelesaikan larinya, ia akan menyerahkan tongkat kepada pelari berikutnya untuk menyelesaikan rute berikutnya, dan seterusnya.

Ternyata, lari estafet bisa juga membawa musibah atau tragedi yang bisa membuat malu si atlit. Ini dia:



Read More >>

Sabtu, 14 Mei 2011

Jupe Gantikan Tamara Bleszynski

Tahta sebagai duta tinju yang tahun lalu disandang Tamara Bleszynski tampaknya akan tergantikan. Julia Perez adalah orang yang paling kuat diberitakan menggantikannya.




Jupe saat ditemui di Marinir Cilandak RE Boxing Camp Komplek Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2011). Mahardian Prawira Bhisma/detikhot.




Jupe mengaku ini adalah suatu kehormatan saat diundang menonton pertandingan tinju. Mahardian Prawira Bhisma/detikhot.



Jupe dikabarkan akan menjadi duta tinju. Mahardian Prawira Bhisma/detikhot.




sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/05/12/131421/1638130/431/1/jupe-gantikan-tamara-bleszynski
Read More >>

Rabu, 11 Mei 2011

resiko jadi penjaga gawang.. NASIBB.. NASIBB...

bener bener dah
nasibnya nih penjaga gawang
sudah kebobolan,harus terima kekerasan dalam lapangan sepakbola(KDLS)

cekidot gan

Spoiler for :




Spoiler for :




Spoiler for :




Quote:
Sekelompok preman menyerbu lapangan di Chesterfield dan menyerang penjaga gawang bernama Cameron Belford setelah gawang yang dijaganya dibobol lawan.

Para penggemar sepak bola itu kira-kira berusia 20 tahunan, mengelilingi penjaga gawang berusia 22 tahun tersebut dan salah di antara mereka meninju kepalanya. Malang sekali penjaga gawang itu
jangan sampai terjadi lagi deh di sepakbola 

Read More >>

Selasa, 10 Mei 2011

Inilah Para Bintang Sepakbola yang Hijrah ke Dunia Film

Ini Para Bintang Sepakbola yang Hijrah ke Dunia Film
Masuk Indrustri Film bagi pemain dan pelatih sepakbola yang sudah pensiun merupakan dambaan. Entah itu sebagai alternatif untuk mencari penghasilan atau hal lainnya.

Memang, tidak sedikit yang berusaha mencari peruntungan di bisnis lain, mulai dari properti hingga perdagangan. Tapi masuk ke industri film lagi-lagi menjadi dambaan. Inilah para pemain sepakbola yang mencoba untuk masuk dunia akting ?

Ronaldo (Striker Timnas Brasil)

Ronaldo menjadi salah satu pemain yang berusaha masuk ke dunia ini. Dia akan ambil bagian dalam sebuah peran kecil di film buatan Marcio Garcia berjudul Open Road.

Di film ini, mantan pemain Milan, Inter, PSG, Barcelona dan Real Madrid itu akan beradu peran dengan Juliette Lewis dan Andy Garcia, artis papan atas Hollywood.

Tapi sejatinya Ronaldo bukan orang pertama yang melakukannya. Di bawah ini ada setidaknya sepuluh mantan pemain yang sudah lebih dulu menunjukkan kemampuan mereka berakting di depan kamera.

George Allison (Mantan Pelatih Arsenal)


Allison sempat dipercaya menangani Arsenal saat manajer legendaris Herbert Chapman meninggal dunia. Dia berhasil membawa Arsenal memenangi banyak trofi juara di kompetisi Inggris, mulai dari Liga Inggris, Piala FA hingga Piala Liga.

Yang membuatnya semakin terkenal adalah ketika dia muncul dalam film yang dibuat di Highbury, The Arsenal Stadium Mystery di tahun 1939. Dia menjadi dirinya sendiri di film ini dan mendapatkan satu dialog, yaitu "It's one-nil to the Arsenal. That's the way we like it." Dialog tersebut masih dikenang sampai saat ini.

George Best (Mantan pemain Manchester United)


Tak ada fans United yang tidak mengenalnya. Namun mungkin hanya sedikit yang tahu jika Best pernah bermain di film komedi Percy di tahun 1971.

Film ini bercerita mengenai seorang pria yang kelaminnya harus diamputasi karena tertimpa oleh seorang laki-laki lain yang terjatuh dari sebuah gedung sembari membawa tempat lilin. Film lain yang juga dibintangi Best adalah The Alf Garnett Saga di tahun 1972.

Paul Breitner (Mantan pemain belakang Bayern Muenchen dan Real Madrid)


Film yang dibintangi pemain ini adalah Potato Fritz. Bercerita tentang sekelompok orang Jerman yang meninggalkan kampung halamannya untuk pergi ke daerah Barat yang Liar dan berhadapan dengan pencuri emas. Breitner sendiri berperan sebagai Sersan Stark di film tersebut.

Film lain yang juga memunculkan Breitner adalh komedi Kunyonga - Mord in Afrika di tahun 1986.

Pele & Bobby Moore (Pemain legendaris Brasil dan Inggris)


Escape to Victory adalah film yang legendaris. Selain dua pemain legendaris itu, film ini dibintangi oleh Sylvester Stallone dan Michael Caine.

Bagi Moore, film tersebut menjadi satu-satunya film yang pernah dibintanginya. Tapi tidak bagi Pele. Dia pernah bermain di film tahun 1987 Hotshot dan tahun 2001, Mike Bassett: England Manager.

Vinnie Jones (Mantan pemain Chelsea, Leeds United dan Wimbledon)


Karirnya sebagai pemain tidak begitu bersinar. Tapi saat beraksi di layar kaca, kemampuannya patut diacungi jempol.

Filmography Vinnie Jones bahkan bisa terbilang luar biasa. Debutnya di tahun 1998 dengan membintangi film buatan Guy Ritchie, Lock, Stock and Two Smoking Barrels dan juha Snatch. Di tahun 2000, dia beradu peran dengan Nicolas Cage di Gone in 60 Seconds sebagai the Sphinx.

Di tahun 2006, X-Men: The Last Stand, menjadi film yang diikutinya sebagai mutan bernama Juggernaut. Vinnie juga terlibat dalam pembuatan album musik dan sejumlah serial televisi, juga acara reality show Celebrity Big Brother 2010. Vinnie pun sempat menjadi bintang iklan.

Eric Cantona (King Eric, bintangnya Manchester United)


Karir sepakbolanya terbilang luar biasa dan puncaknya adalah saat membela Manchester United. Di klub ini, beragam prestasi juga kontroversi dibuatnya.

Setelah pensiun, Cantona menjajal banyak bidang, termasuk film. Dia pun terlibat dalam film tahun 1998 Elizabeth dan beradu peran dengan Cate Blanchett. Di tahun 2009, ada film dengan nama dan dirinya berjudul Looking for Eric.

Bahkan di tahun 2010, Eric Cantona berusaha mendalami seni peran dengan ambil bagian dalam teater panggung Face au paradis, lakon yang disutradari oleh istrinya, Rachina Brakni.

John Harkes (Sempat membela Derby County, West Ham United dan Nottingham Forest)


Karir film mantan pemain asal Amerika Serikat itu saat beradu watak dengan Gerard Butler di The Game of Their Lives di tahun 2005. Harkes di film ini harus bersusah payah belajar mengubah aksennya menjadi aksen Skotlandia.

Stan Collymore (Striker Aston Villa dan Liverpool)


Bermain di film sensual Basic Instinct 2 di tahun 2006, Stan Collymore beradu peran dengan Sharon Stone. Namun aktingnya mendapat kritik tajam oleh banyak media.

John Barnes (Pemain legendaris Liverpool)


Dua kali terlibat dalam pembuatan film. Yang pertama di tahun 2002, di mana dia menjadi salah satu pemeran figuran di Ben It Like Beckham.

Film keduanya adalah The Shouting Men di tahun 2010. Penampilan Barnes di film ini dipuji oleh media Inggris.





Sumber
Read More >>

Rabu, 17 November 2010

Adegan Toples Istri Francesco Totti di GQ

Istri pemain bola kenamanan Italia, Francesco Totti , Ilary Blasi yang juga presenter acara olahraga tampil panas di majalah GQ. Ilary Blasi memang dikenal punya body yang aduhai. Tak heran jika ini istri ikon Giallorossi Francesco Totti ini bersedia berpose panas untuk majalah bulanan tersebut.

Meski tampil seksi dan pose-pose yang ditampilkan Ilary di majalah tersebut bukanlah termasuk dalam kategori yang telanjang. Namun, beberapa foto dirinya tidak mengenakan baju atas alias topless.

Foto-foto dibuat artistik, meskipun tetap menonjolkan keseksian dari model cantik ini. Dalam sesi pemotretan ini, Ilary beberapa kali berpose topless, namun kedua tangannya dengan erat menutupi bagian terlarangnya, sehingga tidak tampak terlalu vulgar.

Dalam beberapa foto yang dipotret fotografer terkemuka Italia, Guy Arocha, Ilary mengenakan baju dengan tulisan Gentlemen’s Quarterly alias GQ yaitu nama majalah dimana foto-foto tersebut akan ditampilkan.

Ilary beralasan, dirinya tak pernah berniat menghilangkan karakter wanita independen dan mandiri yang selama ini melekat dalam dirinya. Dan pose-posenya itu, diharapkan mampu mewujudkan keinginannya itu. (surya.co.id)

Toples>>cekidot





Read More >>

Sabtu, 23 Oktober 2010

Tongkat Baseball Terbesar Di Dunia

Tongkat baseball terbesar Di Dunia dapat ditemukan di Louisville Slugger Museum, 800 West Main Street, Louisville, KY dengan ketinggian mencapai 120 kaki. Tongkat baseball ini dibangun pada tahun 1995, dengan berat 34 ton dan terbuat dari baja karbon berongga.
unik
Read More >>

Jumat, 22 Oktober 2010

Hasil Pertandingan Liga Europa, Buruk Buat Italia


- Klub-klub Italia belepotan pada matchday ketiga fase grup Liga Europa, Kamis atau Jumat (22/10/2010). Tak satu pun dari empat klub Italia yang meraih kemenangan.

Palermo yang tampil di kandang sendiri malah dihajar CSKA Moskwa 0-3. Napoli yang bermain di kandang ditahan Liverpool 0-0. Sedangkan Juventus hanya bermain 1-1 saat bertandang ke kandang RB Salzburg dan Sampdoria dikalahkan Metalist Kharkiv 1-2.

Berikut hasil lengkap matchday 3 Liga Europa beserta klasemennya.

Hasil dan Klasemen Liga Europa Matchday 3

Grup A
Manchester City 3-1 Lech Poznan
RB Salzburg 1-1 Juventus

1 Manchester City FC 3 2 1 0 6-2 7
2 Lech Poznan 3 1 1 1 6-6 4
3 Juventus 3 0 3 0 5-5 3
4 FC Salzburg 3 0 1 2 1-5 1

Grup B
Aris Saloniki 0-0 Bayer Leverkusen
Atletico Madrid 3-0 Rosenborg

1 Bayer Leverkusen 3 1 2 0 5-1 5
2 Aris Thessaloniki 3 1 1 1 2-2 4
3 Atletico Madrid 3 1 1 1 4-2 4
4 Rosenborg 3 1 0 2 2-8 3

Grup C
Lille 1-0 Levski Sofia
Sporting Lisbon 5-1 Gent

1 Sporting Lisbon 3 3 0 0 12-2 9
2 Lille 3 1 1 1 3-3 4
3 Levski Sofia 3 1 0 2 3-8 3
4 Gent 3 0 1 2 4-9 1

Grup D
Dinamo Zagreb 0-0 Club Brugge
Villarreal 1-0 PAOK Saloniki

1 Villarreal 3 2 0 1 3-3 6
2 PAOK 3 1 1 1 2-2 4
3 Dinamo Zagreb 3 1 1 1 2-1 4
4 Club Brugge 3 0 2 1 2-3 2

Grup E
AZ Alkmaar 1 2 Dynamo Kyiv
FC Sheriff 0-1 BATE Borisov

1 BATE Borisov 3 2 1 0 7-3 7
2 Dynamo Kyiv 3 1 1 1 4-5 4
3 AZ Alkmaar 3 1 0 2 4-7 3
4 FC Sheriff 3 1 0 2 3-3 3

Grup F
Palermo 0-3 CSKA Moscow
Sparta Prague 3-3 Lausanne

1 CSKA Moskwa 3 3 0 0 9-0 9
2 Sparta Praha 3 1 1 1 6-8 4
3 Palermo 3 1 0 2 3-6 3
4 Lausanne 3 0 1 2 3-7 1

Grup G
Anderlecht 3-0 AEK Athens
Zenit St. Petersburg 2-0 Hajduk Split

1 Zenit 3 3 0 0 9-3 9
2 Anderlecht 3 1 0 2 4-4 3
3 Hajduk Split 3 1 0 2 2-5 3
4 AEK Athens 3 1 0 2 5-8 3

Grup H
Stuttgart 1-0 Getafe
Young Boys Bern 4-2 OB Odense

1 Stuttgart 3 3 0 0 6-1 9
2 Young Boys 3 2 0 1 6-5 6
3 Getafe 3 1 0 2 2-4 3
4 Odense 3 0 0 3 4-8 0

Grup I
Debrecen 1-2 PSV Eindhoven
Metalist Kharkiv 2-1 Sampdoria

1 PSV Eindhoven 3 2 1 0 5-2 7
2 Metalist 3 2 0 1 7-3 6
3 Sampdoria 3 1 1 1 3-3 4
4 Debreceni 3 0 0 3 1-8 0

Grup J
Borussia Dortmund 1-1 Paris Saint-Germain
Karpaty Lviv 0-1 Sevilla

1 PSG 3 2 1 0 4-1 7
2 Sevilla 3 2 0 1 2-1 6
3 Dortmund 3 1 1 1 5-5 4
4 Karpaty Lviv 3 0 0 3 3-7 0

Grup K
FC Utrecht 1-1 Steaua Bucuresti
Napoli 0-0 Liverpool

1 Liverpool 3 1 2 0 4-1 5
2 Napoli 3 0 3 0 3-3 3
3 FC Utrecht 3 0 3 0 1-1 3
4 Steaua Bucuresti 3 0 2 1 5-8 2

Grup L
Besiktas 1-3 FC Porto
CSKA Sofia 0-2 Rapid Vienna

1 FC Porto 3 3 0 0 7-1 9
2 Be?iktas 3 2 0 1 4-4 6
3 Rapid Wina 3 1 0 2 3-5 3
4 CSKA Sofia 3 0 0 3 0-4 0
Read More >>