Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Desember 2010

Anak Krakatau Berstatus Waspada

Pasca Merapi meletus dan sebelum Gunung Bromo dinyatakan 'awas', beberapa gunung berstatus 'waspada' dipantau secara serius termasuk Anak Krakatau.

Tak hanya dipantau ahli gunung Indonesia, Anak Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1.

Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, ini juga dilatarbelakangi faktor historis.

Induknya, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 sekitar pukul 10.20 dengan kekuatan 13.000 kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Salah satu letusan gunung api paling kolosal sepanjang sejarah.


Saat itu, suara letusan Krakatau terdengar sampai Madagaskar dan Australia. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribuan orang.

Seperti dimuat situs NASA, foto terbaru Anak Krakatau diambil pada 17 November 2010 melalui instrumen Advanced Land Imager (ALI). Gambar tersebut merekam aktivitas Anak Krakatau mulai melambat.

Foto tersebut dimuat di situs Badan Antariksa AS itu pada 23 November 2010.

NASA juga pernah merekam foto Anak Krakatau pada tahun 2005 dan tahun 2004.

Sebelumnya, awal November 2010 lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan larangan pada warga, nelayan dan wisatawan mendekat pada radius 2 kilometer.

Sebab, Krakatau mengeluarkan gas berbahaya dan mengandung racun. Tak hanya itu, suhu air laut di sekitar Anak Krakatau juga mengalami peningkatan. Hal itu dikarenakan banyaknya material panas dari Anak Krakatau yang jatuh ke laut.


Sumber vivanews.com
Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2011 Gambar Unik 2011 Gambar Aneh Gambar Lucu Gambar Gokil Gambar Hantu Gambar Hot Fenomena Alam Fenomena Aneh Keajaiban Video Unik 2011
Read More >>

Kamis, 02 Desember 2010

Video Letusan Gunung Eyjafjallajokull Islandia

Mengerikan, Video Detik-Detik Saat Terjadinya Letusan Gunung Islandia

Berikut ini adalah rekaman dari ledakan gunung Eyjafjallajokull di Islandia beberapa waktu lalu. Ledakan gunung ini sama sekali tidak masuk dalam top rank ledakan gunung terdasyat sepanjang masa.




Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2011
Read More >>

Sabtu, 20 November 2010

Kisah Relawan Merapi "Jeritan Minta Tolong dari dalam Pasir"

Kisah Relawan Merapi
"Terdengar Jeritan 'Tolong' dari Bawah Pasir"


» Sukarelawan mengevakuasi jenazah korban Merapi

oleh: Elin Yunita Kristanti, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews - Merapi melahirkan berbagai kisah heroik para relawan yang rela menerjang bahaya demi mengevakuasi korban. Tapi tak banyak yang tahu, bahwa di tengah lelah yang mendera dan situasi yang mencekam, para relawan terkadang harus berhadapan dengan halusinasi, yang tak urung membuat bulu kuduk merinding.

Salah satunya dialami Natsir (31), relawan yang tergabung dalam Tim SAR Jawa Timur. Ia sudah bekerja mengevakuasi korban sejak letusan pertama Gunung Merapi, 26 Oktober 2010. Namun, proses evakuasi korban di hari Sabtu kemarin, di Dusung Bronggang, Cangkringan, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi dia.

Natsir merasakan sesak hingga ke ulu hati, saat memasuki dusun yang sudah berubah jadi gundukan pasir itu. Semua nyaris rata, hanya sedikit atap rumah yang terlihat menyembul dari gunungan pasir panas. "Bayangkan, dusun yang sangat rindang berubah layaknya gurun pasir," kenang Natsir.

Saat itu, tiap langkah jadi terasa berat. Sekonyong-konyong, entah benar atau sekadar halusinasi, ia seperti mendengar jeritan perempuan meminta tolong dari bawah gundukan pasir. Suara-suara itu terus mendesah di telinganya, terbawa angin yang menyapu abu vulkanik.

"Saya seperti tersugesti ada jeritan-jeritan suara wanita minta tolong dan bilang 'panas' di bawah tempat saya berpijak," ungkapnya. "Saya coba menggali pasir itu tapi masih sangat panas. Dan kedalamannya hampir dua meter."

Namun, ia diingatkan teman- temannya yang lain di Tim SAR agar tidak ngotot menggali pasir yang masih panas itu. Namun, yakin dengan intuisinya, Natsir berjanji akan kembali ke dusun itu untuk kembali menggali pasir itu. "Saya yakin di bawah masih ada korban, dan saya akan kembali untuk memastikannya," ia berjanji.

Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Jumat, 19 November 2010

Dampak Global Warming Yang Akan Mengubah Dunia

1.Terumbu Karang Great Barrier Reef akan hilang 20 tahun kemudian.

The Great Barrier Reef akan sangat rusak oleh pemanasan air yang akan dikenali dalam waktu 20 tahun. Charlie Veron, mantan kepala ilmuwan dari Australian Institute of Marine Science, kepada The Times: "Tidak ada jalan keluar, tidak ada celah. Great Barrier Reef akan selesai dalam waktu 20 tahun atau lebih. "Begitu karbon dioksida telah menghantam tingkat untuk memperkirakan antara 2030 dan 2060, semua terumbu karang punah" katanya.

2. Hutan Hujan Amazon akan berubah menjadi padang pasir.

Amazon adalah dunia hutan hujan tropis terbesar. Namun, pemanasan global dan penggundulan hutan yang membalik peran hutan sebagai karbon, mengubah 30-60% dari hutan menjadi padang rumput kering. Proyeksi menunjukkan hutan bisa hilang sepenuhnya pada tahun 2050.

3. Gurun Sahara akan menjadi padang rumput.

Ilmuwan melihat tanda-tanda bahwa gurun Sahara dan daerah sekitarnya menjadi semakin hijau karena meningkatnya curah hujan. Jika berkelanjutan, hujan ini bisa merevitalisasi daerah dilanda kekeringan, reklamasi mereka untuk pertanian masyarakat.

4. Badai akan menjadi lebih besar dibandingkan Badai Katrina.

Belum dapat dipastikan apakah Badai Katrina berhubungan dengan global warming, tetapi ada indikasi bahwa global warming akan menghasilkan badai dengan kategori 5 dan Katrina hanya Kategori 4 ketika menghantam Louisiana.
Pemanasan global juga membuat badai lebih merusak dengan menaikkan permukaan laut, yang mengakibatkan banjir pantai yang lebih serius.

5. London akan hilang tenggelam pada 2100.

Hal ini tidak hanya karang dan dataran rendah pulau-pulau yang berada di bawah ancaman dari pemanasan global. Bahkan, ancaman utama bagi mereka adalah daerah perkotaan besar yang beresiko akhirnya menjadi terendam air. Hal ini disebabkan oleh perubahan permukaan laut yang terjadi ketika terjadi pemanasan global, sehingga kota-kota pesisir sedang dihancurkan oleh banjir. Puluhan kota-kota di dunia, termasuk London dan New York, dapat banjir pada akhir abad ini, menurut penelitian yang menunjukkan bahwa pemanasan global akan meningkatkan permukaan air laut lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya. London adalah salah satu ibu kota dunia utama yang beresiko tinggi dari jenis banjir.

6. Hewan akan mengecil.

Pemanasan iklim dapat mendukung spesies kecil lebih besar. Penelitian, analisis didasarkan pada massa tubuh ikan, plankton, dan bakteri dalam ekosistem Eropa, datang hanya beberapa minggu setelah para ilmuwan melaporkan bahwa domba di Pulau Skotlandia yang menyusut karena kondisi hangat. Studi baru menunjukkan bahwa spesies individu kehilangan rata-rata 50 persen dari massa tubuh mereka selama 30 tahun. Pengurangan ukuran tubuh adalah yang ketiga respon ekologi universal pemanasan global. Domba studi sebelumnya menyarankan agar musim dingin yang lebih pendek dan lebih ringan berarti domba tidak perlu memakai sebanyak berat badan seperti dulu untuk bertahan hidup mereka tahun pertama kehidupan, suatu faktor yang juga dapat mempengaruhi populasi ikan. Meskipun demikian para peneliti mengatakan pergeseran bisa mengubah rantai makanan, dengan puncaknya predator yang terutama dipengaruhi oleh penyusutan mangsa.

7. 2000 Pulau di Indonesia akan Tenggelam

Setidaknya 2.000 pulau-pulau kecil di seluruh kepulauan Indonesia dapat menghilang pada tahun 2030 sebagai akibat dari penambangan yang berlebihan dan lain kegiatan yang merusak lingkungan. Indonesia telah kehilangan 24 dari yang lebih dari 17.500 pulau.

8. Global Warming dapat meningkatkan jumlah terorisme.

Pemanasan global dapat mendorong migrasi massa dan menciptakan tempat berkembang biak bagi para teroris. Orang-orang cenderung untuk melarikan diri destabilisasi negara, dan beberapa mungkin berpaling kepada terorisme. Menurut Ketua Dewan Intelijen Nasional di AS, ekonomi pengungsi akan melihat alasan tambahan mengungsi karena iklim lebih keras. Yang akan memberi tekanan pada negara-negara yang menerima pengungsi, banyak di antaranya tidak akan memiliki sumber daya maupun minat untuk menjadi tuan rumah iklim ini migran.

9. Puncak Alpen akan mencair seutuhnya.

Gletser yang mundur dalam hangat, kering musim dingin dan musim panas yang disebabkan oleh pemanasan global, dan meskipun hujan salju ski di musim 2008-2009 adalah substansial, keseluruhan tahun-tahun terakhir telah melihat kurang salju di ketinggian rendah, dan surut gletser dan permafrost mencair lebih tinggi - dengan dampak signifikan pada musim dingin kegiatan pariwisata. Diperkirakan bahwa gletser akan hilang antara 2030 dan 2050. Italia dan Swiss telah memutuskan untuk redraw perbatasan mereka dibubarkan setelah pemanasan global Alpine gletser yang menandai perbatasan antara kedua negara.

10. Maladewa mungkin tenggelam.

Flattest terendah dan negara di dunia menderita erosi pantai, dan bisa menemukan sendiri tenggelam jika permukaan laut terus meningkat, dengan pertumbuhan pulau-pulau yang lebih kecil dan lebih kecil. Prediksi ekstrim ini adalah menghancurkan prospek untuk penduduk dan berita buruk bagi wisatawan yang turun di pantai putih yang lembut dan air hangat setiap tahun. Para ilmuwan memberikan hanya sekitar seratus tahun sebelum benar-benar menghilang ke laut sekitarnya.



http://www.oddee.com/item_96827.aspx
Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Kamis, 18 November 2010

Letusan Gunung Merapi Diambil Oleh NASA

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memantau perkembangan letusan Gunung Merapi. Foto terbaru NASA yang diambil melalui fasilitas Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) pada Satelit Terra diambil Senin 15 November 2010.

Letusan Merapi tampak dari kamera NASA

Foto didominasi warna merah tua ini menunjukkan bahaya aliran priroklastik Merapi. Longsoran berupa gas panas, debu, dan batuan membara meluncur dengan cepat. Bahkan mencapai kecepatan lebih dari 150 kilometer per jam. Aliran piroklastik ini biasanya mengikuti medan tertentu, namun bisa menyebar ke area yang lebih luas.


Gambar dari instrumen ASTER pada Satelit Terra NASA menunjukkan aliran piroklastik yang besar di sepanjang Sungau Gendol, di Selatan Merapi. Deposit lahar mengalir ke Sungai Gendol. Sementara di utara tempat latihan golf Merapi, fitur merah menggambarkan daerah terdampak aliran piroklastik yang menyebabkan kehancuran nyaris total. Sementara, wilayah abu-abu gelap, sebagian besar pohon tumbang dan tanah dilapisi abu dan batu.

Foto lain yang diambil NASA bertanggal 10 November 2010. Foto ini menggambarkan abu tebal yang ke luar dari arah Merapi di hari itu. Foto ini diambil melalui instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di Satelit Terra. Pada 11 November 2010, NASA juga mengeluarkan peta konsentrasi sulfur (belerang) dioksida pada 4-8 November 2010. Ini adalah gas berwarna yang bisa membahayakan kesehatan manusia, sekaligus mendinginkan iklim di Bumi, juga memicu hujan asam.

Peta ini diambil oleh instrumen Ozone Monitoring Instrument (OMI) di Satelit Aura NASA. Pada tanggal 9 November 2010, Volcanic Ash Advisory Centre di Darwin, Australia, melaporkan ketinggian awan belerang dioksida di Samudera Hindia antara 12.000 dan 15.000 meter. Jika sebuah gunung berapi di dekat khatulistiwa menyuntikkan cukup banyak jumlah belerang dioksida ke stratosfer, reaksi kimia yang dihasilkan dapat membuat aerosol reflektif yang masih melekat selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun — bisa merefleksikan sinar matahari dan menurunkan iklim.



Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

5 Bencana alam yang Paling Ekstrim dan Mengerikan

5. Tornado

Angin Tornado adalah suatu angin pusaran kuat skala menengah dari kumpulan arus kuat awan gelap yang merentang ke permukaan bumi. Saat muncul angin Tornado, kerap disertai dengan satu atau beberapa pilar awan berbentuk corong seperti “belalai gajah” dari dasar awan dan menjulur ke bawah, dengan disertai badai angin dan hujan, petir atau rambun (batu es). Jika Tornado melewati permukaan air, ia dapat menarik air ke atas, dan membentuk tiang air, berdekatan dengan awan. Jika melewati daratan, kerap akan merobohkan rumah, menumbangkan tiang listrik, bahkan menarik manusia, ternak atau benda-benda lain ke dalam pusarannya dan dibawa ketempat lain. Angin Tornado kerap terjadi pada saat hujan disertai petir di musim panas, dan sebagian besar muncul pada sore hari hingga menjelang malam, skala terjangannya kecil, diameter Tornado umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Waktu berlangsungnya Tornado biasanya hanya beberapa menit, paling lama juga tidak lebih dari beberapa jam. Terjangan anginnya sangat kuat, kecepatan angin di sekitar pusat dapat mencapai 100-200 meter/jam. Daya perusaknya sangat kuat, tempat yang dilalui angin Tornado, kerap akan membuat pohon-pohon yang dilaluinya tercabut dari akarnya, menjungkir balikan mobil, menghancurkan bangunan dan sebagainya, terkadang menarik pergi manusia.

4. Thypoon (Taufan)

Sistem siklon (pusaran angin) daerah tropis yang agak kuat yang terjadi di perairan laut selatan dan Samudera Pasifik barat, disebut Thypoon. Pada 1989 silam, World Meteorological Organization (WMO) menetapkan, bahwa menurut ukuran rata-rata kekuatan angin terkuat di sekitar pusat pusaran angin daerah tropis, pusaran angin daerah tropis dibagi 4 kategori yaitu tekanan rendah tropis, badai angin tropis, badai angin tropis kuat dan Taufan. Pusaran angin tropis dengan kekuatan angin di bawah 8 tingkat disebut tekanan rendah tropis, 8-9 tingkat disebut badai angin tropis, 10-11 tingkat disebut badai angin tropis kuat, 12 atau di atas 12 tingkat disebut Taufan. Pusaran angin tropis dengan kekuatan angin 12 tingkat atau di atas 12 tingkat di sekitar pusat Australia, samudera pasifik timur, samudera atlantik disebut Thypoon.

3. Earthquake (Gempa Bumi)

Gempa bumi, yaitu getaran cepat litosfer. Berdasarkan sebab terjadinya gempa bumi dapat dibagi dua jenis : gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik. Gempa bumi tektonik dampaknya paling luas pada manusia. Terjadinya gempa bumi ini karena tegangan bagian dalam bumi, sehingga menyebabkan perubahan struktural bumi. Lapisan batuan dalam kerak bumi, dimana dibawah efek tegangan bumi dalam jangka panjang, akan terjadi kemiringan dan lekukan, saat tegangan bumi yang terakumulasi melampaui batas maksimum yang dapat ditahan lapisan batuan, maka akan terjadi kesalahan letak dan retakan secara tiba-tiba di daerah lapisan batuan yang lemah, sehingga energi yang terakumulasi dalam jangka waktu panjang tiba-tiba dilepaskan, dan menyebar ke 4 penjuru dalam bentuk gelombang gempa, sehingga terjadi getaran di permukaan bumi.

2. Tsunami

Tsunami adalah suatu gelombang laut yang memiliki daya perusak yang kuat. Aktivitas bumi seperti gempa bawah laut, letusan gunung berapi atau tanah longsor dan sebagainya kemungkinan juga akan mengakibatkan Tsunami. Ketika terjadi gempa, stratum (lapisan) dasar laut mengalami keretakan, sebagian stratum naik atau tenggelam secara tiba-tiba, dan inilah yang mengakibatkan segenap lapisan dari dasar laut hingga ke permukaan mengalami “goncangan” keras. “Goncangan” ini tidak sama dengan gelombang yang biasa kita jumpai. Gelombang laut umumnya hanya naik di sekitar permukaan, tingkat kedalamannya tidak besar. Sedang “goncangan” air laut yang disebabkan gempa adalah fluktuasi segenap sistem air dari permukaan laut ke permukaan, energi yang terkandung di dalamnya sangat mengejutkan.

1. Vulcano (Letusan Gunung Berapi)

Gunung berapi bukan gunung yang menyemburkan “api”, yang disemburkannya adalah suatu zat kental bersuhu tinggi, dan zat ini disebut magma (lahar). Saat gunung berapi meletus, pemandangan akan tampak sangat menakjubkan. Karena suhunya yang tinggi, dan mendapat tekanan kuat dari kerak bumi, karena itu, jika bertemu dengan daerah yang agak tipis dan bercelah, maka laharnya akan meluncur ke permukaan dengan deras. Terjadinya gunung berapi adalah di bawah permukaan bumi, daerah yang semakin dalam, maka suhunya juga akan semakin tinggi, di kedalaman sekitar 20 mil, tingginya suhu cukup melumerkan sebagian besar batuan. Saat batuan lumer akan mengembang dan perlu ruang yang lebih luas. Materi yang dilumerkan oleh suhu tinggi ini akan naik menelusuri celah. Saat tekanan lahar lebih besar dari tekanan batuan di permukaannya, akan meletus dan membentuk sebuah gunung berapi.

Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Minggu, 07 November 2010

Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk

Magelang - Di tengah kegalauan akan bahaya wedhus gembel, para pengungsi digegerkan beredarnya sebuah foto awan di Puncak Gunung Merapi. Bagaimana tidak? Dalam foto yang diambil oleh salah seorang warga Kecamatan Srumbung Magelang itu, awan itu menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung.

Foto tersebut milik Suswanto (40), warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin (25/10/2010) pukul 05.00 WIB dari rumahnya.

"Usai salat subuh, saya begitu melihat puncak Merapi kok ada awan bentuknya aneh. Langsung saya abadikan dengan kamera digital," ujar Suswanto.

Suswanto kemudian memperlihatkan foto itu kepada beberapa tetangga desanya seperti di Desa Ngargosuko, Desa Salamsari, Desa Krajan, Desa Jengglis, Desa Kemiren , Desa Sumberrejo dan Desa Kaliurang.

"Beberapa sesepuh dan orang-orang tua desa menyatakan jika sudah terlihat kepala Mbah Petruk atau Nyai petruk yang sudah menagih janjinya maka akan terjadi letusan di puncak Gunung Merapi yang sangat besar," tegas Suswanto.

Sugihartono, tetangga Suswanto, mengatakan warga setempat sangat mempercayai mitos Mbah Petruk atau Nyai Petruk. Mitos itu dipercaya secara turun-temurun.

Mitos itu terkait cerita tentang kekecewaan Raja Majapahit, Brawijaya terhadap Kerajaan Demak dalam kisah Sabdo Palono Genggong. Brawijaya saat itu ingin menyepi di Gunung Lawu namun diusir. Brawijaya akhirnya bersemedi di puncak Merapi.

Saat menyepi di Merapi, Brawijaya bertemu dengan seorang wanita tua yang konon disebut Nyai Petruk atau Mbah Petruk. "Mbah Petruk kemudian mengeluarkan sabda jika Ada pemimpin di sekitar Merapi yang tidak benar dirinya akan menagih janji," ujar Sugihartono.

Sugihartono menjelaskan dalam foto itu kepala Mbah Petruk menghadap ke Selatan. Ini artinya letusan Merapi yang terbesar akan menimpa di Yogjakarta dan sekitarnya.

"Kucir belakang dan hidung tajamnya menghadap ke selatan, Yogjakarta. Maka diperkirakan yang akan mendapat akibat besar adalah kota Yogjakarta dan sekitarnya," tegas Sugihartono.

Mbah Diur (54), sesepuh Dusun Gantan, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Magelang menjelaskan Merapi secara filosifi dan metafisis dikuasai beberapa arwah dari orang yang mumpuni. Salah satunya Nyai Petruk atau Mbah Petruk yang menguasai bagian puncak bersama mahkluk gaib lainnya, Den Mas Anwar, anak dari Pangeran Samber Nyawa penguasa Gunung Lawu.

"Petruk menguasai kawah dan Den Mas Anwar menguasai bagian puncak sampai ke dalamnya," tegas Mbah Diur.

Ada lagi tokoh ghaib lainnya yang diyakini berdiam di Gunung Merapi. Tokoh ghaib itu adalah pangeran Sambang Dalan, penguasa sisi kanan kiri lereng Merapi.


http://www.detiknews.com/read/2010/11/01/163415/1481726/10/heboh-foto-awan-puncak-merapi-berbentuk-kepala-petrukKoleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Lubang Menganga di Pemukiman Jerman

Sebuah lubang besar tiba-tiba menganga di tengah kawasan pemukiman di Kota Schmalkalden, Jerman. Terbentuknya sinkhole berukuran sekitar 30 meter kali 30 meter tersebut menelan sebuah mobil dan satu pintu garasi.

Lubang sedalam 20 meter itu menganga lebar di tengah kawasan pemukiman di Kota Schmalkalden, Jerman timur pada Senin, 1 November waktu setempat. Reuters/Alex Domanski.

Lubang besar tersebut terlihat dari udara. Reuters/Alex Domanski.


Akibat insiden ini, 6 rumah telah dikosongkan. Sebanyak 25 orang penghuni rumah-rumah tersebut untuk sementara ini tinggal di tempat lain. Tampak salah satu rumah yang garasinya jatuh ke lubang tersebut. Reuters/Reuters TV.


Petugas bersiaga di sekitar lubang tersebut. Otoritas setempat berencana mengisi lubang besar tersebut dengan batu-batu kerikil. AFP/Michael Reichel.

http://foto.detik.com/readfoto/2010/11/02/145844/1482779/157/4/
Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Mengais Harta Benda Sisa Tsunami

Seminggu pasca gempa dan tsunami, warga Mentawai mulai mengumpulkan harta benda mereka yang masih tersisa. Mereka mengais sisa-sisa harta benda mereka di reruntuhan bangunan.

Seorang warga menemukan sebuah mesin perahu di depan rumahnya di Desa Malakopa, Mentawai, Sumatera Barat. Reuters/Crack Palinggi.

Beberapa warga mengumpulkan kusen pintu dan lemari yang masih bisa digunakan. Reuters/Crack Palinggi.

Dua orang warga mengumpulkan papan-papan kayu dari reruntuhan rumah di Desa Malakopa, Mentawai. Reuters/Crack Palinggi.


Seorang warga yang selamat dari terjangan tsunami kembali ke rumahnya untuk mencari harta benda yang masih tersisa. Reuters/Crack Palinggi.


Para korban tsunami ini terus menyisir reruntuhan bangunan guna mencari harta benda yang masih bisa diselamatkan. Reuters/Crack Palinggi.

http://foto.detik.com/readfoto/2010/11/01/160057/1481692/157/5/
Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Dam Sungai Jebol Dihantam Lahar Dingin Gunung Merapi

Setelah dua kali dihantam hempasan aliran lahar dingin Merapi, sebuah Dam atau bendungan di Kali Putih yang berada di Desa Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang Minggu (7/11/2010), jebol. Dam kini dalam kondisi kerusakan cukup parah.

Dam di Kali Putih ini jebol karena dihantam oleh lahar dingin yang membawa material seperti batu besar dan pasir bercampur lumpur. Parwito/detikNews.

Batu-batu besar hanyut oleh aliran lahar dingin dari Gunung Merapi itu. Parwito/detikNews.


Kondisi Dam rusak parah. Parwito/detikNews.


Aliran lahar dingin Merapi di Kali Putih tersebut cukup deras. Parwito/detikNews.


Lahar dingin Merapi tersebut membawa material berupa batu, pasir dan lumpur. Parwito/detikNews.

Dam yang terletak di Desa Ngepos, Srumbung, Magelang ini jebol sekitar pukul 15 WIB. Parwito/detikNews.


Sejumlah warga menonton banjir lahar dingin Merapi ini dari atas jembatan. Parwito/detikNews.



http://foto.detik.com/readfoto/2010/11/07/194235/1488763/157/1/Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Menghindari Awan Panas Gunung Merapi

Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas atau wedhus Gembel. Awan panas ini membuat panik warga di sekitar lereng Merapi. Mereka berduyung-duyung turun ke daerah yang aman.

Awan panas atau wedhus gembel ini membuat panik warga di sekitar lereng Merapi. AFP/Adek Berry.
Warga memacu motornya untuk menghindari awan panas Merapi. AFP/Adek Berry.

Warga berduyung-duyung turun dengan menggunakan sepeda motor. AFP/Adek Berry.



Selain motor, truk juga ikut turun. AFP/Adek Berry.



Awan panas membumbung tinggi. AFP/Adek Berry.


http://foto.detik.com/readfoto/2010/11/01/151057/1481630/157/1/
Koleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>

Erupsi Merapi dilihat dari Klaten

Hari Senin, (1/11/2010) sekitar pukul 10.10 WIB, Gunung Merapi kembali meletus. Erupsi merapi yang mengeluarkan awan panas itu dapat terlihat dari Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten.

Awan panas meluncur lewat rekahan sisi tenggara kubah Merapi.



Awal keluarnya awan panas. Gambar diambil dari Lapangan Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten, yang berjarak hanya sekitar 5 km dari puncak.



Awan panas meluncur semakin cepat bahkan melewati perbukitan Gunung Kendhil yang selama ini menjadi tameng pemukiman lereng Merapi di daerah Klaten. Beruntung awan panas tidak meluncur ke pemukiman, tetapi masuk ke Kali Gendhol dan Kali Woro.


Abu vulkanik dan asap sulfatara membumbung tinggi. Abu vulkanik terbawa angin mengarah ke Utara dan Timur Laut, mengakibatkan guyuran abu hingga sampai ke Semarang dan sekitarnya.



Asap letusan membumbung, terlihat dari pemukiman warga di Desa Sidorejo.


http://foto.detik.com/readfoto/2010/11/01/153131/1481654/157/1/erupsi-merapi-dari-klatenKoleksi Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2010
Read More >>