Jumat, 11 Desember 2009

Sepuluh Kiper Terbaik 2009 Versi GOAL.com Indonesia

Petr Cech (Chelsea/Republik Ceko)
Menjadi salah satu kiper terbaik di tahun 2009. Catatannya di level klub terbilang luar biasa.

Setelah musim 2008/09 tuntas, diketahui jika gawang Cech hanya jebol 24 gali di kompetisi domestik Liga Primer Inggris, yang menjadikan Chelsea sebagai tim yang paling sedikit kebobolan di musim lalu. Sementara hingga pekan ke-15 musim ini, Chelsea juga menjadi tim yang gawangnya paling sedikit kebobolan, yaitu sepuluh gol.


Edwin Van Der Sar (Manchester United)
Akhir tahun 2008 hingga awal tahun 2009, kiper veteran Belanda itu tampil luar biasa di bawah mistar gawang Manchester United. Dia bahkan mengukir rekor tak kebobolan paling lama, yakni 1,302 menit, di mana rekornya itu berakhir pada 4 Maret.

Tak pelak, torehannya itu membuat Van Der Sar mendapat penghargaan kiper terbaik Eropa tahun ini oleh UEFA. Penghargaan tersebut menjadi penghargaan kedua yang diterima sepanjang karirnya.

Tak salah jika kemudian United merasa mengalami kehilangan besar di awal musim ini, ketika Van Der Sar harus beristirahat karena cedera. United juga sudah menyiapkan banyak rencana cadangan jika sekiranya kiper asal Belanda itu memutuskan pensiun di akhir musim nanti.

Secara statistik, musim lalu, United hanya kebobolan 24 kali di kompetisi domestik. Sementara di musim ini, di mana Van Der Sar berbagi peran dengan Ben Foster dan Tomasz Kuczczak, gawang United sudah kebobolan 13 kali.


Rene Adler (Bayer Leverkusen/Jerman)
Menjadi salah satu kiper terbaik yang dimiliki Jerman saat ini, dan Bayer Leverkusen sangat beruntung memilikinya. Sukses Leverkusen berada di puncak klasemen Bundesliga Jerman juga merupakan kontribusi dari Adler.

Dalam catatan statistik, Adler kecolongan 49 gol musim lalu. Tapi, dia bisa jauh lebih baik hingga pertengahan musim ini, di mana hingga pekan ke-15, gawangnya baru kebobolan sembilan kali.


Manuel Neuer (Schalke 04/Jerman)
Kiper ini disebut-sebut bakal menjadi pengganti Van Der Sar di skuad Manchester United musim depan. Alex Ferguson kabarnya sangat tertarik untuk memboyongnya dari Gelsenkirchen.

Berdasarkan isu itu sendiri saja sudah bisa disimpulkan jika kualitas Neuer bukan kelas teri, mengingat Ferguson adalah pelatih yang memiliki trek rekor hanya akan membeli pemain yang berkualitas di atas rata-rata.

Secara statistik, Neuer menjadi penjaga gawang dengan rekor kebobolan paling sedikit di Bundesliga Jerman musim lalu, yakni hanya 35 gol. Sementara tahun ini, sudah 13 bola bersarang ke gawangnya.


Julio Cesar (Inter/Brasil)
Kiper ini menjadi jaminan mutu bagi Inter dan timnas Brasil dalam urusan mengawal gawang mereka. Penampilannya sejauh ini juga tak mengecewakan. Dia terkenal memiliki reaksi yang cepat dan tangkas, meski dalam sejumlah pertandingan terakhir bersama Inter performanya menurun.

Julio Cesar juga menjadi salah satu kunci sukses Inter mempertahankan gelar juara Serie A Italia musim lalu. Saat itu, gawang Julio Cesar hanya kebobolan 32 kali. Tahun ini, baru 13 bola yang masuk ke gawangnya hingga laga ke-15.


Gianluigi Buffon (Juventus/Italia)
Meski pun usianya sudah tak muda lagi, kemampuan Buffon masih bisa diandalkan. Namun kiper ini punya kelemahan, jika pemain belakang yang ada di depannya tampil buruk, maka dia juga ikut buruk, dan hal itulah yang terkadi dalam beberapa laga terakhir bersama Juventus.

Sampai giornata ke-15, Juventus sudah kebobolan 15 kali, yang artinya satu gol di setiap pertandingan. Sementara musim lalu, gawangnya kebobolan 37 kali di kancah Serie A.


Cedric Carrasso (Girondins Bordeaux/Prancis)
Di Prancis, semua orang banyak yang memuji penampilan kiper Cedric Carrasso, dan kiper yang musim lalu membela Toulouse itu memang pantas mendapatkannya.

Bersama Toulouse, dia menjadi penjaga gawang terbaik Ligue 1 Prancis musim lalu, setelah gawangnya hanya kebobolan 27 kali. Tahun ini, dia hijrah ke Bordeaux untuk meneruskan catatan apiknya. Sampai pekan ke-15, gawangnya baru kebobolan sepuluh kali.

Karena prestasinya itu juga dia kini dipercaya sebagai penjaga gawang timnas Prancis di bawah Raymond Domenech, walau belum sekali pun tampil.

Victor Valdes (Barcelona)
Membicarakan sukses Barcelona musim lalu tak bisa dilepaskan dari aksi heroik Valdes di bawah mistar gawang Barcelona.

Catatannya bersama Barcelona di tahun 2009 juga terbilang luar biasa. Musim lalu, dia hanya kecolongan 35 bola dan musim ini, bola hanya sembilan kali masuk ke gawangnya.

Valdes juga menjadi kiper yang gawangnya paling minim kebobolan dalam beberapa musim terakhir.


Andreas Palop (Sevilla)
Kiper veteran Spanyol ini masih memiliki kemampuan yang di atas rata-rata. Dia juga menjadi bayang-bayang Iker Casillas di timnas Spanyol karena kemampuannya itu.

Musim lalu, gawang Palop hanya kebobolan 39 kali, yang membuat Sevilla menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di nomor dua. Barcelona menjadi yang pertama. Di tahun ini, Palop baru kebobolan 11 kali.


Iker Casillas (Real Madrid/Spanyol)
Musim lalu bukan menjadi musim yang membahagiakan bagi Casillas. Bayangkan saja, di pertengahan tahun, dia mengetahui gawangnya telah kebobolan 52 kali. Itu hanya catatan di kompetisi domestik La Liga Spanyol, tidak secara keseluruhan.

Namun nama besar Casillas sedikit terbantu dengan kemampuannya di level timnas Spanyol. Dia tetap menjadi salah satu kiper terbaik Eropa saat ini.

Tahun ini, Casillas juga memulai lagi lembaran baru, dan sejauh ini cukup baik. Gawangnya hanya kebobolan 11 kali di kompetisi domestik.


sumber: http://goal.com/id-ID/news/2279/editorial/2009/12/10/1678355/sepuluh-kiper-terbaik-2009-versi-goalcom-indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post