Jumat, 22 Juli 2011

Cara Belanda Kurangi Mahasiswa Abadi

Pemerintah Belanda akan melakukan perubahan pada program universitas negeri. Perubahan dilakukan untuk mendidik mahasiswa agar lebih efisien, sehingga siap memasuki dunia kerja dan mendorong adanya penelitian dengan industri.

Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
“Kombinasi penelitian, pendidikan dan kewirausahaan merupakan dasar bagi kemakmuran kita,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi Belanda Halbe Zijlstra dalam pernyataan tertulisnya, seperti dikutip dari International Herald Tribune.

Perubahan rencana yang langsung mempengaruhi mahasiswa adalah peraturan tentang absensi dan program intensif. Pada tingkat sarjana, biaya kuliah akan meningkat tajam jika mahasiswa menghabiskan kuliahnya lebih dari empat tahun. Idealnya, kuliah sarjana di Negeri Kincir Angin tersebut menghabiskan waktu tiga tahun.

Kebijakan ini berlaku juga untuk mahasiswa pascasarjana. Jika mereka kuliah lebih dari dua tahun, maka akan dikenakan kenaikan biaya kuliah. Sementara idealnya, kandidat penyandang gelar master menyelesaikan kuliah dalam waktu dua tahun.

Selain itu, mahasiswa memiliki hak untuk menghadiri sesi prakuliah di universitas pilihan mereka. Perubahan ini dilakukan guna memastikan mahasiswa tidak salah jurusan. Saat ini, sistem di Belanda memungkinkan siswa yang cerdas mendaftar di universitas terbaik tanpa harus melamar.

Rencana ini akan diberlakukan secara efektif mulai 2015. Perubahan ini akan membebani pemerintah sebesar 310 juta euro setiap tahunnya. Perubahan ini dimaksudkan untuk mengendalikan jumlah mahasiswa tidak lulus atau biasa dikenal dengan mahasiswa ‘abadi’ yang jumlahnya tinggi.

Menurut Juru Bicara Kementerian Pendidikan Tinggi Belanda, Job Slok, melalui rencana ini diharapkan dapat membawa sistem pendidikan Belanda mencapai level tertinggi.


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post