Rabu, 29 Desember 2010

Bawang Merah Cegah Serangan Jantung


Sejumlah peneliti mengklaim, bawang bombai merah dapat membantu mencegah penyakit jantung. Namun kenyataannya bawang jenis ini, seringkali dipandang sebelah mata dibandingkan varietas putih.
Mereka telah menemukan bahwa salah satu dari jenis sayuran (yang umum dimasak di Mediterania dan India ini) dapat membantu menyingkirkan kolesterol buruk, penyebab serangan jantung dan stroke.
Kali ini riset dilakukan dengan memberi asupan jus bawang bombai merah pada sejumlah hamster (sejenis tupai) yang sebelumnya semua hamster tersebut telah diberi makanan dengan kadar kolesterol tinggi.
Setelah delapan minggu, mereka menemukan bahwa kadar kolesterol buruk (LDL) pada hamster-hamster itu, telah menurun hingga 20 persen, tanpa penurunan kadar kolesterol baik (HDL).
Zhen Yu Chen, penanggung jawab penelitian yang dilakukan di Chinese Univesity of Hongkong ini mengatakan bahwa meski riset lebih mendalam pada bawang sedikit yang diketahui bagaimana bawang berinteraksi dengan gen manusia dan protein dalam metabolisme kolesterol tubuh, namun riset kami ini dilakukan untuk mengenali interaksi bawang pada enzim-enzim dalam upaya mengeksplorasi mekanisme penurunan kolesterol secara mendasar.
 “Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya meneliti interaksi bawang bombai merah dengan fungsi biologi. Hasil penelitian ini mendukung klaim bahwa mengkonsumsi bawang merah secara teratur, dapat mengurangi penyakit jantung koroner,” ungkap para peneliti tersebut.
Walaupun bawang bombai putih jauh lebih populer di Inggris, namun yang merah telah digunakan secara luas di India, Mediterania dan Timur Tengah.  Jenis bawang ini, jauh lebih manis dibandingkan dengan bombai putih dan seringkali dimakan mentah untuk salad.
Bawang bombai telah lama dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan termasuk mencegah kanker, penyakit jantung, batuk dan demam. Beberapa negara di dunia yang mengkonsumsi bawang bombai terbukti beresiko lebih rendah terserang kanker.
Sebagai contoh di Georgia, Amerika Serikat, karena sedikitnya orang yang mengkonsumsi bawang manis Vadelia ini, banyak di antara mereka yang didiagnose kanker perut.
Sebaliknya di Tiongkok, di mana orang sebagian besar mengkonsumsi bawang bombai dan bawang putih dibandingkan tempat lain di dunia, resiko kanker perut di negara tersebut lebih rendah 40 persen. (erabaru)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post